Rabu, 02 Juni 2021

Vagina Gatal Saat Menstruasi? Ini Cara Cegah Iritasi Miss V


vagina gatal saat menstruasi

Pernah nggak kamu pakai pembalut lebih dari 4 jam ketika sedang menstruasi? Ternyata itu sangat nggak sehat, lho! Karena jika pembalut tidak diganti secara rutin, maka akan membuat lembap di area kewanitaan dan bisa bikin vagina gatal bahkan iritasi dan infeksi.

 

Hal itu merupakan salah satu yang diungkap dalam webinar bertajuk “Sehat dan Bersih Saat Menstruasi” (27/5/2021) yang diselenggerakan atas kerja sama Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) pada, Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia dan Mundipharma Indonesia.

 


Webinar ini diadakan dalam rangka Hari Kebersihan Menstruasi yang jatuh pada tanggal 28 Mei dengan tujuan meningkatkan pemahaman perempuan mengenai pentingnya Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) juga diluncurkannya kampanye edukatif #YangIdeal dari Mundipharma Indonesia yang mengajak perempuan Indonesia untuk lebih menjaga kebersihan dan kesehatan area kewanitaan dalam keseharian maupun ketika sedang haid.

 

Dalam webinar ini, Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, Sp.OG(K), MPH dari Pengurus Besar Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) membicarakan tentang masalah kesehatan yang dapat timbul akibat kurangnya menjaga kebersihan saat menstruasi serta cara yang dapat dilakukan untuk mencegahnya.

 

Sementara itu, dr. Dwi Oktavia, TLH, M.Epid selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta memaparkan mengenai apa saja kegiatan pemerintah dalam mendukung manajemen kebersihan menstruasi.

 


Kegiatan itu antara lain diselenggarakannya program yang mendukung kesehatan reproduksi remaja mulai dari Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Posyandu Remaja, penyuluhan kesehatan reproduksi dan penyakit infeksi menular seksual ke sekolah-sekolah, serta vaksinasi HPV yang menyasar anak kelas 5 dan 6 SD untuk mengurangi risiko kanker serviks.

 

Acara dilanjutkan dengan pemaparan Psikolog Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si, yang membahas tentang peran ibu untuk mengedukasi anak perempuan mengenai kesehatan dan kebersihan saat menstruasi.

 

Menstruasi

Foto: Pexels.com/Cliff Booth


Menstruasi adalah proses biologis yang normal terjadi pada perempuan berupa keluarnya darah dari vagina selama beberapa hari dalam satu periode atau siklus bulanan. 

 

Menstruasi pada seorang perempuan menandakan tubuhnya dapat bereproduksi (memiliki anak) karena haid ditandai oleh proses matangnya sel telur yang dapat dibuahi. Keluarnya darah merupakan peluruhan bagian lapisan dinding rahim yang menebal karena tidak terjadinya pembuahan.

 
Siklus Menstruasi

Foto: Unsplash.com/Oana Cristina

Siklus menstruasi merupakan rangkaian fase menstruasi dalam satu  bulan yang dihitung dari hari pertama pada satu periode haid hingga hari pertama di periode berikutnya. Biasanya dalam satu siklus, haid berlangsung selama 3 - 7 hari dalam satu periode bulanan yang terjadi sekitar 21 - 35 hari.

 

Mengetahui siklus menstruasi juga dapat membantu mengetahui masa subur perempuan. Untuk siklus haid yang berada di rentang waktu 27 - 30 hari, berarti masa subur kamu adalah di hari ke-9 hingga hari ke-19 dihitung dari hari pertama haid.

 
Tanda-tanda Menstruasi

Foto: Unsplash.com/Julien L

Tanda-tanda menstruasi biasanya muncul sekitar 1 – 2 minggu sebelum haid hari pertama. Perubahan hormon yang terjadi pada saat haid menimbulkan beberapa gejala yang dirasakan oleh tubuh. Berikut ini tanda-tanda menstruasi seperti dilansir dari situs Alodokter.com.

1. Nyeri pada payudara

2. Perut kembung

3. Muncul jerawat

4. Meningkatnya nafsu makan

5. Kram pada perut dan punggung bagian bawah

6. Mood yang mudah berubah (lebih sensitif dan emosional)

 

Menstruasi yang Sehat

Foto: Pexels.com/Karolina Grabowska


Berikut ini siklus menstruasi yang sehat seperti disarikan dari Halodoc.com.

1. Siklus berada dalam kurun waktu 21 - 35 hari (tidak kurang atau lebih)

2. Terjadi setiap periode bulan. Tidak lewat sampai tiga siklus berturut-turut.

3. Aliran darah tidak lebih sedikit atau jauh lebih banyak dibanding menstruasi yang biasa dialami.

4. Tidak merasakan nyeri yang berlebihan hingga mual dan muntah

5. Tidak mengalami pendarahan di luar siklus. Baik itu sebelum maupun setelah selesai haid.

 

Penyebab Vagina Gatal Saat Menstruasi

Saat menstruasi, kondisi "Miss V" menjadi lebih tertutup karena adanya pembalut, ditambah darah yang keluar dan keringat dari tubuh, membuat area kewanitaan menjadi lebih lembap sehingga jadi tempat berkumpulnya bakteri dan jamur. 

 

Jika kebersihan area kewanitaan kurang terjaga dengan baik, maka bakteri dan jamur bisa menyebabkan iritasi serta infeksi pada "Miss V" yang membuat vagina gatal, bahkan perih dan bengkak.

 

4 Masalah Kesehatan yang Dapat Muncul Jika Tidak Menjaga Kebersihan Vagina Saat Menstruasi



Kondisi vagina gatal yang berlebihan bisa jadi salah satu tanda adanya iritasi atau infeksi. Prof. Dr. dr. Dwiana Ocvitanti, SpOG(K), MPH dalam webinar mengungkapkan apa saja masalah kesehatan yang bisa timbul jika tidak menjaga kebersihan area kewanitaan saat menstruasi.

  • Infeksi bakteri

Infeksi vagina karena jumlah bakteri alami di area kewanitaan yang tidak seimbang disebut Vaginosis Bakterialis. Tidak berbahaya tapi dapat menimbulkan keputihan dan gatal.

  • Infeksi jamur

Infeksi jamur pada vagina disebut juga Kandidosis Vulvovaginalis. gejalanya adalah gatal ekstrem dan bengkak di organ intim serta keputihan yang menggumpal

  • Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Gejala ISK antara lain demam, sakit di perut dan panggul, nyeri saat buang air kecil.

  • Kanker Serviks

Infeksi bakteri dan jamur yang sudah dalam kadar serius dan tidak tertangani dengan baik bisa meningkatkan risiko kanker serviks.

 

Bagaimana Cara Merawat Kebersihan Diri Saat Menstruasi?

Foto: Pexels.com/Archie Binamira


Berikut ini cara yang bisa dilakukan agar terhindar dari berbagai masalah vagina gatal karena jamur dan bakteri yang bisa menimbulkan masalah kesehatan saat menstruasi.

1. Gunakan pembalut yang bersih

2. Selalu cuci tangan dengan sabun sebelum serta sesudah mengganti pembalut

3. Ganti pembalut maksimal 4 jam sekali

4. Jika pembalut dalam keadaan basah dan lembap, ganti pembalut bahkan jika darah belum tertampung banyak, atau bahkan jika belum sampai 4 jam

5. Basuh vagina dengan air mengalir yang bersih dari arah depan ke belakang

6. Cuci bersih pembalut dengan air dan peras lalu masukkan pada kertas pembungkus atau kantong plastik.

7. Buang pembalut ke tempat sampah

8. Mandi 2x sehari agar tubuh tetap bersih dan segar

9. Untuk jaga kebersihan ekstra, bila perlu gunakan cairan pembersih vagina yang sesuai dengan pH vagina

 

Betadine Feminine Care, Rangkaian Produk yang Lengkap untuk Menjaga Kebersihan Vagina

betadine feminine


Betadine Feminine Care menyediakan berbagai rangkaian produk yang bisa digunakan sesuai kebutuhan. Untuk penggunaan sehari-hari, kamu bisa menggunakan Betadine Feminine Wash Foam atau Betadine Feminine Wash Natural Daun Sirih. Produk ini sudah disesuaikan dengan keseimbangan pH di area kewanitaan dan mengandung prebiotics. Selain itu juga bebas dari paraben.

 

Untuk kamu yang suka bepergian, bisa gunakan Betadine Feminine Wipes yang praktis dibawa ke mana-mana. Sementara untuk penggunaan saat haid, terdapat varian Betadine Feminine Hygiene yang mengandung antiseptik dapat mengatasi infeksi kuman yang bisa menyebabkan iritasi dan gatal.

 

Ada juga produk Betadine Vaginal Douche untuk mengatasi infeksi. Tapi, untuk penggunaan produk ini sebaiknya dikonsultasikan terlebih dulu dengan tenaga kesehatan. Rangkaian lengkap produk Betadine Feminine Care bisa kamu beli di Tokopedia dengan klik link ini: Betadine Official Store di Tokopedia.

 

Selain menyediakan produk pembersih khusus area kewanitaan, Betadine juga terus mengedukasi perempuan Indonesia mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan area kewanitaan dan telah membagikan buku saku “Sehat dan Bersih Saat Menstruasi” ke lebih dari 1 juta perempuan di Indonesia. 

 

“Melalui kegiatan edukasi ini, kami berharap perempuan Indonesia semakin mengerti cara menjaga kebersihan dan kesehatan area kewanitaannya sedini mungkin, serta dapat terus beraktivitas dengan nyaman tanpa terhalang menstruasi,” ujar Mada Shinta Dewi, Country Manager Mundipharma Indonesia.

 

Udah tahu, kan betapa nggak enaknya kalau sampai area kewanitaan banyak jamur dan bakteri akibat kurang jaga kebersihan? Yuk, makin peduli dan perhatian sama organ intim kita!



Feature image:

Foto: Pexels.com/Karolina Grabowska

Olah digital: Aprillia Ramadhina with Canva

 

Referensi:

Azanella, Luthfia Ayu. 2021. “Ramai soal Patung Merlion di Madiun, Ini Penjelasannya”, https://www.kompas.com/tren/read/2021/01/01/200500865/ramai-soal-patung-merlion-di-madiun-ini-penjelasannya-, diakses pada 2 Januari 2020 pukul 14.05.


Adrian, Kevin. 2018. “Tanda-Tanda Menstruasi Akan Segera Tiba”, https://www.alodokter.com/tanda-tanda-menstruasi-akan-segera-tiba, diakses pada 2 Juni 2021 pukul 11.31.

 

Verona, Verury. 2020. “Ini Perbedaan Siklus Haid yang Normal dan Tidak”, https://www.halodoc.com/artikel/ini-perbedaan-siklus-haid-yang-normal-dan-tidak, diakses pada 2 Juni 2021 pukul 11.33.

 

Tamin, Rizki. 2021. “Cara Menghitung Masa Subur Setelah Haid”, https://www.alodokter.com/menghitung-masa-subur-wanita-setelah-haid, diakses pada 2 Juni 2021 pukul 11.34.


1 komentar:

  1. jaga kebersihan saat menstruasi memang penting banget ya mbaa..
    demi menghindari dari munculnya berbagai penyakit. untungnya sekarang juga udah ada betadine feminine care. jadi lebih mudah ngerawat area kewanitaan..

    BalasHapus