Selasa, 31 Agustus 2021

Balada Sepasang Kekasih Gila: Ketika Tuhan Menjadi Solusi di Tengah Dehumanisasi

Agustus 31, 2021 1

Ketika kewarasan dan kegilaan melebur, kemanusiaan terkubur, ketuhanan justru menderas muncul. Itu yang tampak jelas dalam film berjudul Balada Sepasang Kekasih Gila yang diangkat dari novel berjudul sama yang ditulis oleh Han Gagas.


Film ini disutradarai oleh Anggy Umbara dan dibintangi oleh Denny Sumargo sebagai Jarot dan Sara Fajira sebagai Lastri. Jarot dan Lastri diceritakan sebagai Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang sudah tidak memiliki keluarga, tidak diterima masyarakat, kemudian saling jatuh cinta dan menikah, tapi sayangnya kisah romansa mereka harus berakhir tragis.


 

Ketimpangan Relasi Kuasa yang Membuat ODGJ Selalu Kalah

Tidak banyak film Indonesia yang mengangkat karakter ODGJ apalagi dijadikan sebagai peran utama. Mari kita lihat dari beberapa film yang rilis tidak jauh dari film Balada Sepasang Kekasih Gila yaitu Tak Ada yang Gila di Kota Ini (2019) dan film Selesai (2021).


Film Tak Ada yang Gila di Kota Ini merupakan karya sutradara Wregas Bhanuteja yang diadaptasi dari cerpen Eka Kurniawan. ODGJ dalam film ini terlihat disingkirkan sekaligus diperalat dengan menjadi objek pertunjukan yang memungut bayaran lumayan mahal dari para penontonnya yang mayoritas adalah turis asing.


Sementara di film Selesai, yang disutradari oleh Tompi, isu gangguan jiwa memang tidak menjadi isu utama dalam filmnya, hanya saja tokoh utama diperlihatkan berada di rumah sakit jiwa karena tekanan batin akibat ulah suami yang selalu selingkuh. ODGJ selalu menjadi orang yang kalah, berada di level yang lebih rendah dari orang-orang “normal”.


Untuk melengkapi pengalaman menonton Balada Sepasang Kekasih Gila, saya rasa penonton perlu menonton film dokumenter berjudul Memory of My Face (2019) produksi Elemental Productions.


Dalam film itu, sosok Bambang seorang ODGJ pengidap schizoaffective disorder bercerita tentang pengalamannya bagaimana dia awalnya sakit mental, yaitu ketika putus cinta dari cinta pertamanya, dan bagaimana dia juga memiliki keinginan untuk sembuh serta ingin mencari uang untuk membelikan buku untuk anaknya agar anaknya gemar membaca karena menurut Bambang hal itu penting untuk masa depan anaknya.


Film dokumenter ini menceritakan adanya sebuah upaya, kesadaran dari ODGJ untuk memiliki kehidupan yang normal yang sayangnya itu tidak ditemukan di film Balada Sepasang Kekasih Gila. Memang keduanya memiliki muatan isu yang agak berbeda.


Tapi, bukankah berakar dari kepedulian yang sama? Bahwa ODGJ punya derajat yang sama, bahwa kesadaran masyarakat perlu ditingkatkan untuk bisa menerima ODGJ di lingkungannya, dan bahwa ODGJ perlu diperlakukan dengan manusiawi seperti layaknya manusia lainnya.  


Selalu ada kenyataan yang sengaja "dihidupkan" dalam sebuah film, demi realitas yang dibutuhkan untuk dibangun, bahkan dalam film dokumenter sekalipun. Sayangnya, kenyataan dalam film Balada Sepasang Kekasih Gila tidak berupaya untuk memberi harapan bahwa ODGJ punya harapan atau punya kesempatan untuk bisa memperbaiki hidupnya. Agar ODGJ tidak melulu ditampilkan sebagai orang yang hanya bisa kalah.


Padahal, sepertinya bisa cukup menarik jika ada sedikit cerita bagaimana Jarot dan Lastri mencoba untuk tidak melulu kalah. Apalagi Jarot yang sudah dinyatakan sembuh dengan jelas. Mungkin akan semakin menarik jika diperlihatkan adanya upaya mereka untuk bisa diterima di masyarakat atau pun upaya dari pihak masyarakat yang mencoba menerima mereka.

 

Sejak awal, sampai film berakhir, diskursus antar keduanya tidak pernah ada, karena yang tampil hanya selalu benturan dan pertentangan antara Jarot dan Lastri yang ODGJ dengan masyarakat yang “normal”. Bukankah akan lebih baik dan juga menarik jika diperlihatkan adanya tujuan kuat dari karakter serta perkembangan karakter, begitu pun perkembangan dunia di sekitarnya yang terus menerus melawan dan menolak mereka. Akan tetapi, itu tidak tampak dalam film ini.

 

Hanya ada satu adegan di mana segelintir orang mau mengakui mereka, yaitu ketika mereka hendak menikah di hadapan penghulu. Mereka dinikahkan sebagaimana mestinya. Mungkin, apakah memang hanya orang beragama yang punya nurani untuk berbuat kebaikan terhadap mereka? Rasanya, film ini masih menyimpan kenaifan semacam itu.

 

Padahal, sejak awal, diperlihatkan bagaimana Jarot kelaparan di jalan, tapi tidak ada yang mau memberikannya makan dan sampai akhir tidak jelas bagaimana Jarot keluar dari masalah kelaparannya itu. Seolah ketika dia menikah dengan Lastri, dia tidak lagi pusing soal rasa lapar lagi.

 

Tapi ya balik lagi misinya mungkin memang ingin memperlihatkan bahwa mereka yang sudah terpinggir akan terus terusir. Bahkan ketika mereka tinggal di kuburan di mana itu adalah tempatnya orang mati, masih saja mereka harus tergusur.

 

Jadi, tidak perlu heran jika kedua orang yang jelas-jelas kalah di awal cerita terlihat hanya akan terus menerus kalah sampai akhir cerita. Satu-satunya yang berhasil mereka menangkan adalah mereka berhasil bertemu lagi setelah sempat terpisah, mereka bisa bersama bahkan menikah. Mungkin kemenangan lainnya adalah kedua pasangan ini bahagia di alam yang lain karena tampak gambar Jarot dan Lastri yang bergandengan tangan dengan bahagia, di penutup film.

 

Kebahagiaan yang didapat di alam lain ini diperkuat dengan suara narator (yang sejak awal dikisahkan sebagai anaknya yang ternyata adalah anak yang tidak sempat terlahirkan ke dunia) ketika adegan Jarot dan Lastri yang (sepertinya) meninggal di kuburan yang menjadi tempat tinggal mereka itu, mengatakan, “kami pun sadar bahwa hal ini adalah yang terbaik untuk kita semua demi mendapatkan kebahagian sejati, nanti.” Bagian ini juga semakin menekankan aspek spiritualitas dan ketuhanan yang memang ditampilkan dari kedua karakter dalam film ini.

 


Kentalnya Spiritualitas dan Konsep Ketuhanan di Tengah Kebanalan

Sulit sekali rasanya membayangkan Jarot dan Lastri adalah dua manusia tak berakar yang lepas dari segala bentuk ikatan masa lalu dan latar belakangnya. Karena berbagai atribut identitas masih begitu melekat dari berbagai potongan dialog dan gestur karakter yang menurut saya amat disayangkan tidak ada penjelasan tentang bagasi seperti apa yang mereka bawa. Mungkin tidak penting bagi pembuat film karena pastinya akan sangat memperpanjang durasi.

 

Lastri mengaku dirinya beragama Kristen dan menyimpan Alkitab, sementara Jarot ketika ingin menolong Lastri dari orang-orang yang memaksanya kembali ke tempat pelacuran mengatakan, “Menyelamatkan satu manusia itu sama halnya dengan menyelamatkan seribu umat manusia, itu kata bapakku”. Kalimat ini merupakan bagian dari tafsir Al Quran Surat Al-Ma’idah Ayat 32. Jarot juga memilih menikahi Lastri karena dia takut berdosa kalau zina.

 

Konsep ketuhanan semakin kental terasa ketika suara narator yang sejak awal sampai akhir terdengar seperti ceramah. Narator mengucapkan kata-kata yang kurang lebih berbunyi “ketika kita mengenal diri kita berarti kita mengenal Tuhan kita”, ketika Jarot kelaparan menyusuri gang-gang sempit dan diusir pemilik warung yang bahkan lebih memilih memberi makan kucing dibanding dirinya. Jarot terus berjalan sampai dia di hutan berdialog dengan “Pelayan Tuhan” dan di sawah  merasa bisa melihat Tuhan.

 

Berbagai unsur ini semakin memperlihatkan bahwa di tengah dehumanisasi yang menimpa Jarot dan Lastri, ketuhanan masih menjadi sandaran yang diandalkan. Entah mengapa solusi dari kemanusiaan yang biadab masih dimuarakan pada persoalan ketuhanan. Seolah dengan bersandar pada pengalaman ketuhanan maka permasalahan dehumanisasi yang dialami ODGJ dapat selesai.

 


Masih Menyimpan Stigma

Sekalipun nilai kemanusiaan disorot begitu tajam, sayangnya, film ini masih menyimpan stigma negatif ODGJ. Padahal, film sebagai produk budaya menjadi tidak hanya menjadi perekam jejak peradaban sebuah bangsa baik secara gamblang maupun metaforik yang tidak selalu melulu ditarik ke realitas karena film bisa mencipta realitasnya sendiri yang bisa menggoyahkan kemapanan pemikiran sehingga ada tatanan baru yang bisa terbentuk.


Film ini belum menjadi film yang memiliki muatan perlawanan besar terhadap stigma. Sejak awal penonton akan mendengar Jarot yang teriak-teriak di rumah sakit jiwa karena dikurung dalam ruang isolasi yang sempit atau Lastri yang ngamuk ketika diganggu oleh anak-anak kecil. Memang aksi mereka ini merupakan sebuah reaksi dari pengalaman tidak menyenangkan yang mereka alami, tapi hal ini yang membuat Lastri diusir dari lingkungannya karena dianggap meresahkan warga sekitar.


Kemudian Lastri juga diperlihatkan membunuh para pemerkosanya. Sebuah tindakan yang memang sangat beralasan kuat, namun tetap saja menempatkan sosok ODGJ sebagai sosok pembunuh. Apalagi ketika membunuh, Lastri juga diperlihatkan sambil tertawa-tawa seolah begitu menikmatinya. Jarot pun diceritakan juga pernah membunuh orang yang jahat padanya, walau tidak dijelaskan terlalu rinci perbuatan jahat apa yang dilakukan orang tersebut sampai dia membunuhnya.


Stigma bahwa ODGJ menjadi rentan berbuat jahat atau tindakan kriminal masih melekat. Sepertinya permasalahan ini bukan hanya menjadi tantangan di film Indonesia, tapi juga di luar negeri. Dr. Stacy L. Smith, seorang Founder dan Director di Media, Diversity, and Social Change Initiative di Annenberg School for Communication & Journalism, University of Southern California, pernah mengungkap mengenai kecenderungan stigma ODGJ dalam film melalui penelitiannya yang berjudul Mental Health Conditions in FIlm & TV: Potrayals that Dehumanize and Trivialize Characters pada bulan Mei 2019 yang dapat dilihat di Annenberg.usc.edu


Dalam penelitian tersebut, Smith mengungkapkan bahwa kondisi kesehatan mental sangat jarang ditampilkan di film dan acara tv popular. Dari 4.598 karakter dalam 100 film terlaris yang tayang di tahun 2016, hanya sekitar 1,7% atau 76 karakter yang menggambarkan kondisi kesehatan mental. Bahkan ketika ditampilkan pun masih membawa stigma negatif.


Dalam tulisannya tersebut Smith lebih jauh mengungkap bahwa sekitar 47% karakter ODGJ di film selalu diremehkan dan dihina atau menjadi bahan ejekan berbalut humor. Sebagian besarnya  juga ditampilkan sebagai pelaku kekerasan. Sekitar 46% karakter ODGJ di film tampil agresi dan "berbahaya" bagi masyarakat yang diperkuat dalam penggambaran di film.


Melalui penelitiannya tersebut, Smith berharap bahwa pembuat konten dalam hal ini film dan televisi dapat berkolaborasi dengan para ahli untuk menggambarkan kondisi kesehatan mental dan pengalaman terkait dengan menghadirkan cerita yang tidak memberikan stigma dengan cara menjadikan cerita dan karakter bernuansa kompleks yang menggambarkan tantangan, kemenangan, kekuatan mereka dalam memperjuangkan kesehatan mental serta penyembuhan juga pencarian dukungan. Sehingga cerita dapat memperluas kesadaran kolektif penonton dan masyarakat.


Jika bercermin di Indonesia, jumlah film yang menampilkan ODGJ tentu lebih sedikit lagi, ditambah belum ada yang cukup siginifikan mengangkat jenis-jenis kondisi mental tertentu. Sehingga ODGJ yang digambarkan masih saja sama dan seragam, yaitu berantakan, kotor, sering meracau, mengacau dan semacamnya. Padahal kondisi mental atau gangguan jiwa ada banyak jenisnya. ODGJ dalam film masih rentan mendapatkan perlakuan tidak manusiawi dari sekitarnya.


Semoga dengan memperlihatkan betapa hinanya perlakukan manusia "normal" pada ODGJ di film ini mampu menyadarkan penonton untuk memperlakukan ODGJ dengan lebih baik dalam dunia nyata. Karena tampaknya mengangkat cerita tentang perlakuan manusiawi kepada ODGJ dalam sinema Indonesia masih butuh upaya dan perjalanan yang cukup panjang.

 

Rabu, 02 Juni 2021

Vagina Gatal Saat Menstruasi? Ini Cara Cegah Iritasi Miss V

Juni 02, 2021 2


vagina gatal saat menstruasi

Pernah nggak kamu pakai pembalut lebih dari 4 jam ketika sedang menstruasi? Ternyata itu sangat nggak sehat, lho! Karena jika pembalut tidak diganti secara rutin, maka akan membuat lembap di area kewanitaan dan bisa bikin vagina gatal bahkan iritasi dan infeksi.

 

Hal itu merupakan salah satu yang diungkap dalam webinar bertajuk “Sehat dan Bersih Saat Menstruasi” (27/5/2021) yang diselenggerakan atas kerja sama Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) pada, Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia dan Mundipharma Indonesia.

 


Webinar ini diadakan dalam rangka Hari Kebersihan Menstruasi yang jatuh pada tanggal 28 Mei dengan tujuan meningkatkan pemahaman perempuan mengenai pentingnya Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) juga diluncurkannya kampanye edukatif #YangIdeal dari Mundipharma Indonesia yang mengajak perempuan Indonesia untuk lebih menjaga kebersihan dan kesehatan area kewanitaan dalam keseharian maupun ketika sedang haid.

 

Dalam webinar ini, Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, Sp.OG(K), MPH dari Pengurus Besar Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) membicarakan tentang masalah kesehatan yang dapat timbul akibat kurangnya menjaga kebersihan saat menstruasi serta cara yang dapat dilakukan untuk mencegahnya.

 

Sementara itu, dr. Dwi Oktavia, TLH, M.Epid selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta memaparkan mengenai apa saja kegiatan pemerintah dalam mendukung manajemen kebersihan menstruasi.

 


Kegiatan itu antara lain diselenggarakannya program yang mendukung kesehatan reproduksi remaja mulai dari Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Posyandu Remaja, penyuluhan kesehatan reproduksi dan penyakit infeksi menular seksual ke sekolah-sekolah, serta vaksinasi HPV yang menyasar anak kelas 5 dan 6 SD untuk mengurangi risiko kanker serviks.

 

Acara dilanjutkan dengan pemaparan Psikolog Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si, yang membahas tentang peran ibu untuk mengedukasi anak perempuan mengenai kesehatan dan kebersihan saat menstruasi.

 

Menstruasi

Foto: Pexels.com/Cliff Booth


Menstruasi adalah proses biologis yang normal terjadi pada perempuan berupa keluarnya darah dari vagina selama beberapa hari dalam satu periode atau siklus bulanan. 

 

Menstruasi pada seorang perempuan menandakan tubuhnya dapat bereproduksi (memiliki anak) karena haid ditandai oleh proses matangnya sel telur yang dapat dibuahi. Keluarnya darah merupakan peluruhan bagian lapisan dinding rahim yang menebal karena tidak terjadinya pembuahan.

 
Siklus Menstruasi

Foto: Unsplash.com/Oana Cristina

Siklus menstruasi merupakan rangkaian fase menstruasi dalam satu  bulan yang dihitung dari hari pertama pada satu periode haid hingga hari pertama di periode berikutnya. Biasanya dalam satu siklus, haid berlangsung selama 3 - 7 hari dalam satu periode bulanan yang terjadi sekitar 21 - 35 hari.

 

Mengetahui siklus menstruasi juga dapat membantu mengetahui masa subur perempuan. Untuk siklus haid yang berada di rentang waktu 27 - 30 hari, berarti masa subur kamu adalah di hari ke-9 hingga hari ke-19 dihitung dari hari pertama haid.

 
Tanda-tanda Menstruasi

Foto: Unsplash.com/Julien L

Tanda-tanda menstruasi biasanya muncul sekitar 1 – 2 minggu sebelum haid hari pertama. Perubahan hormon yang terjadi pada saat haid menimbulkan beberapa gejala yang dirasakan oleh tubuh. Berikut ini tanda-tanda menstruasi seperti dilansir dari situs Alodokter.com.

1. Nyeri pada payudara

2. Perut kembung

3. Muncul jerawat

4. Meningkatnya nafsu makan

5. Kram pada perut dan punggung bagian bawah

6. Mood yang mudah berubah (lebih sensitif dan emosional)

 

Menstruasi yang Sehat

Foto: Pexels.com/Karolina Grabowska


Berikut ini siklus menstruasi yang sehat seperti disarikan dari Halodoc.com.

1. Siklus berada dalam kurun waktu 21 - 35 hari (tidak kurang atau lebih)

2. Terjadi setiap periode bulan. Tidak lewat sampai tiga siklus berturut-turut.

3. Aliran darah tidak lebih sedikit atau jauh lebih banyak dibanding menstruasi yang biasa dialami.

4. Tidak merasakan nyeri yang berlebihan hingga mual dan muntah

5. Tidak mengalami pendarahan di luar siklus. Baik itu sebelum maupun setelah selesai haid.

 

Penyebab Vagina Gatal Saat Menstruasi

Saat menstruasi, kondisi "Miss V" menjadi lebih tertutup karena adanya pembalut, ditambah darah yang keluar dan keringat dari tubuh, membuat area kewanitaan menjadi lebih lembap sehingga jadi tempat berkumpulnya bakteri dan jamur. 

 

Jika kebersihan area kewanitaan kurang terjaga dengan baik, maka bakteri dan jamur bisa menyebabkan iritasi serta infeksi pada "Miss V" yang membuat vagina gatal, bahkan perih dan bengkak.

 

4 Masalah Kesehatan yang Dapat Muncul Jika Tidak Menjaga Kebersihan Vagina Saat Menstruasi



Kondisi vagina gatal yang berlebihan bisa jadi salah satu tanda adanya iritasi atau infeksi. Prof. Dr. dr. Dwiana Ocvitanti, SpOG(K), MPH dalam webinar mengungkapkan apa saja masalah kesehatan yang bisa timbul jika tidak menjaga kebersihan area kewanitaan saat menstruasi.

  • Infeksi bakteri

Infeksi vagina karena jumlah bakteri alami di area kewanitaan yang tidak seimbang disebut Vaginosis Bakterialis. Tidak berbahaya tapi dapat menimbulkan keputihan dan gatal.

  • Infeksi jamur

Infeksi jamur pada vagina disebut juga Kandidosis Vulvovaginalis. gejalanya adalah gatal ekstrem dan bengkak di organ intim serta keputihan yang menggumpal

  • Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Gejala ISK antara lain demam, sakit di perut dan panggul, nyeri saat buang air kecil.

  • Kanker Serviks

Infeksi bakteri dan jamur yang sudah dalam kadar serius dan tidak tertangani dengan baik bisa meningkatkan risiko kanker serviks.

 

Bagaimana Cara Merawat Kebersihan Diri Saat Menstruasi?

Foto: Pexels.com/Archie Binamira


Berikut ini cara yang bisa dilakukan agar terhindar dari berbagai masalah vagina gatal karena jamur dan bakteri yang bisa menimbulkan masalah kesehatan saat menstruasi.

1. Gunakan pembalut yang bersih

2. Selalu cuci tangan dengan sabun sebelum serta sesudah mengganti pembalut

3. Ganti pembalut maksimal 4 jam sekali

4. Jika pembalut dalam keadaan basah dan lembap, ganti pembalut bahkan jika darah belum tertampung banyak, atau bahkan jika belum sampai 4 jam

5. Basuh vagina dengan air mengalir yang bersih dari arah depan ke belakang

6. Cuci bersih pembalut dengan air dan peras lalu masukkan pada kertas pembungkus atau kantong plastik.

7. Buang pembalut ke tempat sampah

8. Mandi 2x sehari agar tubuh tetap bersih dan segar

9. Untuk jaga kebersihan ekstra, bila perlu gunakan cairan pembersih vagina yang sesuai dengan pH vagina

 

Betadine Feminine Care, Rangkaian Produk yang Lengkap untuk Menjaga Kebersihan Vagina

betadine feminine


Betadine Feminine Care menyediakan berbagai rangkaian produk yang bisa digunakan sesuai kebutuhan. Untuk penggunaan sehari-hari, kamu bisa menggunakan Betadine Feminine Wash Foam atau Betadine Feminine Wash Natural Daun Sirih. Produk ini sudah disesuaikan dengan keseimbangan pH di area kewanitaan dan mengandung prebiotics. Selain itu juga bebas dari paraben.

 

Untuk kamu yang suka bepergian, bisa gunakan Betadine Feminine Wipes yang praktis dibawa ke mana-mana. Sementara untuk penggunaan saat haid, terdapat varian Betadine Feminine Hygiene yang mengandung antiseptik dapat mengatasi infeksi kuman yang bisa menyebabkan iritasi dan gatal.

 

Ada juga produk Betadine Vaginal Douche untuk mengatasi infeksi. Tapi, untuk penggunaan produk ini sebaiknya dikonsultasikan terlebih dulu dengan tenaga kesehatan. Rangkaian lengkap produk Betadine Feminine Care bisa kamu beli di Tokopedia dengan klik link ini: Betadine Official Store di Tokopedia.

 

Selain menyediakan produk pembersih khusus area kewanitaan, Betadine juga terus mengedukasi perempuan Indonesia mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan area kewanitaan dan telah membagikan buku saku “Sehat dan Bersih Saat Menstruasi” ke lebih dari 1 juta perempuan di Indonesia. 

 

“Melalui kegiatan edukasi ini, kami berharap perempuan Indonesia semakin mengerti cara menjaga kebersihan dan kesehatan area kewanitaannya sedini mungkin, serta dapat terus beraktivitas dengan nyaman tanpa terhalang menstruasi,” ujar Mada Shinta Dewi, Country Manager Mundipharma Indonesia.

 

Udah tahu, kan betapa nggak enaknya kalau sampai area kewanitaan banyak jamur dan bakteri akibat kurang jaga kebersihan? Yuk, makin peduli dan perhatian sama organ intim kita!



Feature image:

Foto: Pexels.com/Karolina Grabowska

Olah digital: Aprillia Ramadhina with Canva

 

Referensi:

Azanella, Luthfia Ayu. 2021. “Ramai soal Patung Merlion di Madiun, Ini Penjelasannya”, https://www.kompas.com/tren/read/2021/01/01/200500865/ramai-soal-patung-merlion-di-madiun-ini-penjelasannya-, diakses pada 2 Januari 2020 pukul 14.05.


Adrian, Kevin. 2018. “Tanda-Tanda Menstruasi Akan Segera Tiba”, https://www.alodokter.com/tanda-tanda-menstruasi-akan-segera-tiba, diakses pada 2 Juni 2021 pukul 11.31.

 

Verona, Verury. 2020. “Ini Perbedaan Siklus Haid yang Normal dan Tidak”, https://www.halodoc.com/artikel/ini-perbedaan-siklus-haid-yang-normal-dan-tidak, diakses pada 2 Juni 2021 pukul 11.33.

 

Tamin, Rizki. 2021. “Cara Menghitung Masa Subur Setelah Haid”, https://www.alodokter.com/menghitung-masa-subur-wanita-setelah-haid, diakses pada 2 Juni 2021 pukul 11.34.


Review Scarlett Body Care: Bikin Kulit Halus dan Lembap!

Juni 02, 2021 0


Selama pandemi rasanya jadi kurang merawat diri karena jarang pergi ke mana-mana. Padahal, merawat diri sejatinya bukan agar dilihat orang, tapi supaya kita bisa makin sayang dan nyaman dengan diri sendiri.


Paling enak merawat diri itu dengan produk yang cocok buat kulit kita. Karena akhir-akhir ini lagi seneng banget pakai rangkaian produk Scarlett body care, rasanya sayang banget kalau nggak bagiin ceritanya ke kamu yang mungkin lagi cari produk perawatan tubuh yang oke. Simak review Scarlett body care selengkapnya ya, mulai dari body scrub, shower scrub dan body lotion!

 

1. Review Scarlett Body Scrub Romansa: Bye-bye Kulit Kasar dan Kusam!


Ini merupakan produk lulur dari Scarlett. Untuk teksturnya, tidak terlalu jauh berbeda dengan lulur pada umumnya, hanya saja sedikit lebih padat. Warnanya putih dan terdapat butiran-butiran scrub di dalamnya. Saya pakai yang varian Romansa, aromanya manis dan tidak mengganggu ketika diaplikasikan.


Dengan menggunakan body scrub secara rutin setiap 2x seminggu, akan membantu proses regenerasi kulit kita. Tapi, jangan dipakai setiap hari juga, ya! Kalau sudah pakai body scrub kamu juga nggak perlu pakai sabun lagi. 

 
Cara Pakai Scarlett Body Scrub:



  • Aplikasikan scrub pada seluruh tubuh dalam keadaan kering atau basah.
  • Diamkan selama 2 – 3 menit lalu gosok perlahan dan bilas dengan air sampai tidak ada sisa scrub di tubuh.
  • Keringkan tubuh dan lanjutkan perawatan tubuh dengan memakai Scarlett Body Lotion.


Kalau saya sendiri lebih senang dibalur minyak zaitun terlebih dulu sebelum mengoleskan lulurnya. Biar bisa lebih nyaman ketika memijat tubuh sendiri dengan butiran scrubnya. Setelah pakai lulurnya, kulit langsung terasa halus dan lembut!


2. Review Scarlett Brightening Shower Scrub Pomegrante: Menyegarkan Kulit yang Lelah


Dari semua rangkaian produk body care dari Scarlett, shower scrub Pomegrante jadi yang paling favorit buat saya. Butiran scrub-nya super halus dan nggak berasa ketika dipakai mandi. Kulit rasanya seger banget abis mandi pakai sabun ini.


Warna ungunya juga eye-catching! Saat dituang, warnanya tampak bening keungu-unguan. Butiran scrub-nya warna merah dan biru, so sparkling! Wanginya beneran bangkitin mood banget! Bikin semangat saat mandi pagi dan bikin rileks ketika mandi sore.

 

Cara Pakai Scarlett Brightening Shower Scrub:


  • Basahi seluruh tubuh dengan air.
  • Tuangkan shower scrub ke telapak tangan dan busakan terlebih dulu sebelum diaplikasikan ke   seluruh tubuh.
  • Bilas sampai bersih hingga tak ada sisa sabun di badan.

Shower scrub ini aman dipakai setiap kali mandi, ya walaupun ada butiran scrub halusnya. Karena setelah mandi kulit terasa banget lembapnya. Jangan lupa setelah mandi pakai body lotion Scarlett juga untuk jaga kelembapan tubuh sepanjang hari.


3. Review Scarlett Fragrance Brightening Body Lotion Freshy: Wangi Tahan Lama


Saya suka banget dengan body lotion yang wanginya tahan lama, rasanya jadi seneng cium aroma tubuh sendiri. Dan kalau wanginya enak, nggak ada alasan buat skip pakai body lotion. Untungnya ada Scarlett Fragrance Brightening Body Lotion yang wanginya kayak parfum. Kalau udah pakai body lotion Scarlett ini, nggak pakai parfum lagi kayaknya nggak apa-apa juga.


Untuk body lotion Scarlett varian Freshy ini memiliki aroma buah pir berpadu bunga freesia putih yang segar dan berkelas. Waktu awal diaplikasikan wanginya memang cukup kuat, tapi setelah menyerap wanginya jadi manis dan lembut, agak mirip wangi Jo Malone English Pear & Freesia eau de cologne. Wanginya pun tahan lama, bahkan ketika kena air pun masih nempel aromanya.


Warnanya kuning muda cenderung ke arah putih gading. Teksturnya creamy, dan gampang meresap saat diaplikasikan. Jadi, nggak bakal makan waktu lama ketika memakainya. Yang paling saya suka dari lotion ini setelah dipakai nggak bikin kulit jadi lengket saat berkeringat.

 

Cara Pakai Scarlett Fragrance Brightening Body Lotion

Saat pakai dan setelah pakai Scarlett Fragrance Brightening Body Lotion


  • Gunakan sehabis mandi pada pagi dan sore hari.
  • Aplikasikan secara merata ke seluruh tubuh sampai benar-benar meresap.


Selain dipakai habis mandi, lotion ini juga bisa dipakai kapan pun jika kulit kita terasa kering dan butuh dilembapkan. Nggak perlu khawatir tumpah kalau dibawa pergi di dalam tas. Karena meski botolnya berbentuk pump, bagian mulut botolnya bisa di-lock dan unlock. Jadi, ketika dalam keadaan terkunci nggak akan mudah tertekan.

 

 

Manfaat Scarlett Body Care untuk Kulit yang Lebih Cerah, Halus dan Lembap



Ketiga rangkaian Scarlett untuk perawatan tubuh mulai dari body scrub, shower scrub, dan body lotion mengandung Glutathione dan Vitamin E yang bermanfaat untuk mencerahkan, melembapkan, dan menutrisi kulit. Untuk perawatan setiap hari, kamu bisa mandi dengan shower scrub lalu dilanjut dengan menggunakan body lotion. Biar hasilnya semakin maksimal, lakukan juga lulur tubuh dengan body scrub Scarlett 2x seminggu.

 

 

Harga Scarlett Whitening


Masing-masing produk body care Scarlett dijual dengan harga Rp75.000 untuk satuannya. Dengan kandungan isi sebanyak 300ml untuk body lotion dan shower scrub serta 400g untuk body scrub.


Kamu bisa beli paket hemat Scarlett Whitening berisi 5 produk dengan harga lebih murah yaitu Rp300.000 dan mendapatkan box exclusive + free gift. Produk yang bisa dipilih dapat kamu campur, mulai dari shower scrub, body lotion, body scrub, facial wash, serum, cream, atau shampoo dan conditioner.


Kamu bisa beli produknya langsung di Shopee dengan klik link ini: Official Shop Scarlett di Shopee.  Setiap kamu beli produk Scarlett, pasti selalu dibungkus lagi dengan bubble wrap. Jadi, nggak perlu cemas barang rusak ketika sampai di rumah.


Hal paling penting yang perlu kamu tahu dari produk Scarlett adalah bahwa produknya sudah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia. Di setiap produknya tertera nomor registrasi yang bisa kamu cek di situs resmi BPOM di sini: cekbpom.pom.go.id. Sudah pasti aman untuk kulit dan dijamin bukan skincare abal-abal, ya! Selain itu, produk Scarlett juga tidak dites ke hewan (not tested on animals).


Kemasannya juga mudah untuk dibawa ke mana-mana. Jadi, kalau travelling, pastikan bawa rangkaian produk Scarlett biar kulit selalu sehat dan cantik. Buat yang udah coba Scarlett, apa nih produk yang jadi favoritmu?


Jumat, 28 Mei 2021

Review Series "Kisah untuk Geri": Romansa Remaja yang Bikin Baper

Mei 28, 2021 2

Kisah untuk Geri

Sejak nonton Angga Yunanda di film Dua Garis Biru, saya langsung ngefans sama anak muda ini. Mukanya enak banget dilihat, ya. Wkwkwk. Jadilah kalau ada film yang dia jadi aktornya kayaknya ngerasa kudu banget aja gitu nonton.


Walau, ya sayangnya sih, filmnya nggak semuanya bagus. Ada yang malah nggak banget, contohnya yaitu film Di Bawah Umur yang bisa dibilang film remaja tergagal menurut saya. Nggak tahu kata apa yang bisa ngewakilin film itu, sih. Intinya film yang sangat ngawur dan nggak layak untuk ditonton. Apalagi oleh penonton remaja.


Selain itu ada film yang juga kurang oke, yaitu Mariposa. Di situ Angga dipasangin lagi bareng Zara. Tapi, rasanya Zara bener-bener annoying di film itu. Ambisius banget ngejar-ngejar Angga. Tapi film ini jelas masih lebih baik dibanding Di Bawah Umur. Dari segi cerita, film Angga Yunanda yang paling bagus ya Dua Garis Biru. Cuma sayang dia kayak kurang “bersinar” aja di film itu. Karena ya emang film itu kayak berpusat di tokoh Dara yang diperanin Zara.


Akting Angga yang paling keren menurut saya justru di Kisah untuk Geri. Tapi ya ini bukan film melainkan series. Chemistry Angga Yunanda dengan Syifa Hadju dapet banget, sih menurut saya bahkan melebihi chemistry Angga dengan Zara di dua film-nya. Angga sama Syifa super manis banget di Kisah untuk Geri.


Kisah untuk Geri ini merupakan series yang diangkat dari novel berjudul sama yang tayang di Wattpad dan ditulis oleh Erisca Febriani dan diproduksi oleh MD Entertainment. Saya memang lebih dulu nonton series-nya dibanding baca novelnya. Baca novelnya pun nggak sampai habis, cuma bagian awal. Dan series-nya, menurut saya, lebih bagus daripada novelnya. Terutama di bagian awal ya, karena saya memang baca novelnya cuma di awal.


Saya salut banget sih sama penulis skenario yang sayangnya nggak jelas siapa karena cuma ditulis Queenb.  Salut juga sama sutradaranya, Monty Tiwa. Jarang-jarang cerita adaptasi ke layar bergerak bisa lebih bagus dari novel. Waktu baca novelnya nggak terlalu terasa penasaran untuk bener-bener baca sampai akhir. Tapi, waktu nonton series-nya, tiap episode bener-bener dibuat penasaran.


Beberapa karakter juga sedikit diubah dari sifat aslinya di novel. Di novelnya, Dinda digambarin di awal bener-bener nyebelin banget. Di series-nya juga, sih, tapi cuma sebentar, karena setelah ayahnya ditangkap karena kasus korupsi, Dinda langsung berubah banget. Jadi tokoh yang layak dicintai penonton.


Tokoh Raini juga di novel digambarin kayak gadis baik yang lugu. Di serialnya, tokoh ini dibuat cukup powerful sehingga layak banget untuk disandingkan jadi saingan Dinda. Walaupun mereka nggak bersaing juga, sih hehehe.

 

Jadi, Series Kisah untuk Geri Bercerita tentang Apa?

Foto: md.manojpunjabi.com/teaser-poster-1-2-3-kisah-untuk-geri

Untuk kamu yang mau tahu series ini bercerita tentang apa, berikut ini sinopsis Kisah untuk Geri yang bisa kamu baca:


Serial ini bercerita tentang Dinda (Syifa Hadju), seorang siswa SMA yang cantik dan kaya yang mendadak jatuh miskin karena ayahnya tersandung kasus korupsi. Dia meminta Geri (Angga Yunanda) menjadi pacarnya agar bisa melindungi dirinya dari perundungan teman-teman di sekolah karena Dinda dikenal jadi anak koruptor. 


Sejak awal hubungan keduanya memang tidak baik dan sering bertengkar. Apalagi ketika mereka mulai hubungan pacaran pura-pura tersebut. Dinda yang awalnya adalah gadis sombong dan menyebalkan perlahan berubah sikapnya atas kejadian yang menimpa keluarganya. Dia pindah ke kontrakan kecil dan ibunya harus pergi bekerja ke luar negeri untuk bisa menghidupi mereka. Dinda pun tinggal sendiri.


Lambat laun Geri jadi semakin peduli pada Dinda dan sungguh-sungguh ingin melindunginya. Tapi, Dinda pun perlahan menjauh dan memutuskan hubungan pacaran pura-pura dengan Geri dan membiarkan Geri mendekati cewek yang disukainya yaitu Raini (Jennnifer Coppen).


Hubungan ketiganya ditambah dengan Jia (Elina Joerg) yang benci dengan Dinda dan Rio yang dendam pada Geri menjadi cerita yang cukup pelik dan menarik untuk terus diikuti sampai akhir.


Pemain Serial Kisah untuk Geri



Berikut ini nama tokoh dalam cerita dan pemerannya.

Geri Alfian Putra: Angga Yunanda

Dinda Kamalia Putri: Syifa Hadju

Raini: Jennifer Coppern

Jia: Elina Joerg

Adit: Irzan Faiq

Budi: Antonio Blanco Jr.

Kiara: Jessica Shaina

Jazzy: Jesslyn Elvareta

Rio: Justin Adiwinata

Irene (kakak Geri): Endhita

Lucy (keponakan Geri): Graciella Abigail

 

Kisah untuk Geri Tayang di mana?

Foto: md.manojpunjabi.com/teaser-poster-1-2-3-kisah-untuk-geri

Serial ini tayang di Iflix dan WeTV sejak 5 Maret 2021. Saya nonton gratis, bedanya dengan yang VIP jadi delay aja nontonnya. Untuk VIP bisa nonton dua episode lebih awal. Tapi, kayaknya untuk sekarang karena sudah agak lama tamatnya, yang gratis cuma dua episode awal aja. Selebihnya untuk bisa nonton sampai tamat 9 episode, harus jadi VIP.

 
Kelebihan


1. Series ini bisa bikin baper bahkan untuk orang seusia saya yang jelas-jelas udah bukan remaja. Beberapa kali nonton film remaja, rasanya kok nggak baper dan cuma terkesan lebay aja. Tapi nonton Kisah untuk Geri, ada saat-saat di mana ikutan ngerasa “jleb” gitu. Kayak bener-bener ngerasain nyesek dan nggak enaknya jadi Dinda, juga ngerasa tersentuh sama manisnya Geri. Rasanya kayak nostalgia ke romansa masa muda.


2. Akting Angga dan Syifa bagus banget. Dari film-film sebelumnya saya melihat Angga itu tipikal yang masih agak bergantung dengan lawan mainnya. Kalau lawan mainnya bagus ya dia ikut bagus. Termasuk di Kisah untuk Geri


Walaupun jelas-jelas nama Geri jadi judul film-nya, tapi tokoh Dinda bisa dibilang yang jadi pusat cerita di serial ini. Dan Syifa memainkan peran sebagai Dinda dengan sangat bagus sekali. Manjanya dapet, ngeselinnya dapet, seru, rame, gemesin, menyenangkan, tapi juga sangat tangguh sekali.


Akting Angga sebagai jagoan sekolah juga keren. Pantas banget dia jadi idola selain ya emang ganteng. Dia jagoan tapi masih anak baik-baik gitu. Dan bisa sedih juga waktu diputusin Dinda. Lihat muka Angga waktu diputusin Dinda sambil Dinda main piano di kafe itu memorable banget, sih. 


Sama waktu dia liat berita tentang ayahnya Dinda yang divonis 15 tahun penjara, dia langsung ninggalin Raini dan dateng ke rumah Dinda, di situ ekspresi Angga luar biasa banget! Kerasa banget raut muka seseorang yang begitu peduli, begitu sayang sama seseorang dengan kadar perasaan yang sangat besar.


3. Hubungan Dinda dan Geri nggak cuma manis sebagai pasangan tapi juga manis sebagai sahabat. Jarang banget ada film Indonesia yang sukses gambarin hubungan cinta sekaligus persahabatan lawan jenis yang sekental Dinda dan Geri. Kalau relasinya sebagai pacar ya udah pasti romantisme ala kekasih aja yang digambarin. Nah, kalau Geri dan Dinda ini oke juga jadi sahabat. Kayak natural gitu hubungannya.


4. Serial nggak cuma bicara soal cinta-cintaan. Nggak ada tuh kisah yang menye-menye. Apalagi karena series ini bener-bener diwakilkan sama tokoh Dinda. Dinda begitu berbesar hati waktu Geri jadian sama Raina. Rapuhnya Dinda bukan karena soal patah hati, tapi justru soal kasus ayahnya. Belum lagi Dinda yang jadi pergi ke Malaysia karena ibunya mau Dinda meneruskan pendidikan di sana nunjukin kalau masalah pendidikan itu jauuuhhh lebih penting dari cinta-cintaan masa muda.


Yang menarik selain hubungan romansa dan persahabatan remaja yang jadi inti cerita serial ini, sosok remaja perempuan yang kuat menanggung keterupurukan dan berbagai masalahnya diperlihatkan dengan sangat apik oleh Syifa.


Dia terlihat begitu kuat walaupun dia sering dirundung, tinggal sendirian dengan segala keterbatasan, ditambah lagi masalah dengan Rio yang merekamnya saat dia sedang ganti baju, dituduh mencuri, dan sederet masalah-masalah lainnya tidak membuat Dinda tampak sebagai sosok yang teraniaya, tapi dia tetap berdiri tegak jadi sosok yang tangguh.


Walaupun Dinda nangis juga pas Geri dengan nyebelinnya mutusin dia karena nggak mau setiap hari dihantui rasa takut kehilangan kalau Dinda jauh. Meski nyebelin, dialog di bagian Dinda mau pergi ini keren banget sih! Kamu wajib nonton!

 

Kekurangan



1. Dinda yang jadi babysitter-nya keponakan Geri ini sebenernya agak mind blowing, sih awalnya. Karena agak janggal aja gitu ada anak SMA yang jadi pengasuh keponakan temennya sendiri. Tapi lambat laun bisa diterima jugalah.


2. Berdamainya Dinda dan Jia kayak terlalu tiba-tiba. Jia yang dari awal selalu benci sama Dinda kayak semudah itu aja baikan sama Dinda, dan terus mereka jadi sahabatan. Prosesnya terlalu cepat dan terlalu tiba-tiba. Mungkin kalau bisa dikasih lihat kebaikan-kebaikan Dinda ke Jia yang pada akhirnya bikin Jia bisa luluh mungkin akan lebih baik. Tapi, ya mungkin ini masalah durasi juga, ya.


3. Kelabilan Geri agak sedikit menganggu. Ini bikin karakternya jadi agak kurang kuat, atau memang ya karakternya sengaja dibuat begitu. Dia bisa banget gitu sayang sama Dinda tapi juga sekaligus naksir Raini. Abis dia putus sama Raini ya balik lagi aja gitu sama Dinda. Terus abis dia putusin Dinda cuma karena Dinda mau ke Malaysia, lah dia nongol lagi aja gitu di bandara. Maunya apa, sih Anda ini duhai Geri Alfian Putra?


Well, Angga layak mendapat banyak serial atau film lagi untuk ke depannya, dan semoga selalu dipasangkan dengan bintang lain yang juga berakting bagus. Semoga dapat cerita yang juga bagus. Please, jangan lagi ada cerita kayak film Di Bawah Umur.


Dan untuk Syifa Hadju. Yes, Queen! Dia layak banget untuk main di serial dan film keren selanjutnya. Saya kali pertama mantengin aktingnya Syifa pas dia main di film Sejuta Sayang untuknya. Akting dia bagus di film itu. Nggak kelihatan canggung main bareng aktor ternama sekelas Deddy Mizwar. Di usianya yang sekarang masih 20 tahun, perjalanan Syifa tentulah masih sangat panjang.

 

Pesan Moral Selain Cinta-cintaan dalam Serial Ini:



1. Jangan Membully! Karena Membully Hanya akan Melahirkan Pembully Lagi

Dulunya, Jia adalah korban bully dari Dinda. Perlahan, karma itu datang dan keadaan pun berbalik. Dinda yang jadi korban bully dari Jia.


2. Pendidikan Jauh Lebih Penting dari Cinta Monyet

Dinda awalnya sedih karena harus ninggalin Geri dan temen-temennya karena dipaksa ibunya lanjutin sekolah di Malaysia. Alasan ibunya sangat logis, alasan Dinda pun juga. Tapi dia pun akhirnya tetap memutuskan ikut ibunya. Nggak ada itu drama ngambek nggak jelas cuma karena mau dekat sama pacar, hehehe.


3. Apa pun Cobaan dan Masalah yang Menerpa, Tetaplah Hadapi dengan Tangguh

Hidup Dinda yang penuh dengan masalah, nggak lantas membuatnya menyerah gitu aja. Walaupun sempet kepikiran mau bunuh diri dengan berdiri di pinggir jembatan, tapi nggak jadi dan malah jadinya kocak di bagian itu.


4. Jangan Menilai Orang Hanya dari Kulit Luarnya

Raini yang terlihat begitu lemah lembut ternyata menyimpan kebusukan. Jadi, jangan mudah terlena dengan penampilan luar seseorang. Dinda yang sifatnya urakan dan serampangan ternyata punya kebaikan dan niat yang lebih tulus.


5. Jangan Pernah Merekam Diam-diam Aktivitas Orang Lain di Kamarnya

Lihat, kan risiko yang ditanggung Rio gara-gara dia diam-diam ngerekam Dinda lagi ganti baju di kamarnya. Ini udah tindakan kriminal banget. Dan parahnya lagi dia sebarin rekaman itu ke temen-temen di sekolah.


Harusnya, selain dikeluarin dari sekolah ya dia di penjara juga. Dia masuk kamar orang aja udah lancang, dia naruh kamera udah sinting, dia sebarin rekaman orang lagi ganti baju di kamarnya itu minta dihajar banget, sih.


6. Jangan sombong karena bisa saja besok kamu jatuh. Nggak ada gunanya jadi orang sombong. Dinda udah membuktikannya. Saat ayahnya tertangkap dan dia jatuh miskin, udah nggak ada lagi yang bisa dia sombongkan.


Setelah baca ulasan ini, cus buat yang belum nonton segera nonton serial ini. Karena rasanya gemes-gemes gimana gitu. Buat yang usianya udah bukan remaja, berasa jadi nostalgia masa muda.


Foto feature image: facebook.com/pg/MDEntertainment