Rabu, 02 Oktober 2019

Pentingnya Backup Data Smartphone, Solusi Bikin Penyimpanan Lega dan File Penting Terjaga #SanDiskAPAC

Foto: Aprillia Ramadhina

Saya pernah menyesal karena nggak terbiasa back up data smartphone. Waktu ponsel saya rusak nggak bisa nyala lagi, data-datanya di dalamnya pun nggak bisa dilihat lagi. Banyak foto anak saya, Arina sewaktu masih bayi, yang hilang begitu saja. Saya sama sekali nggak terpikir untuk pindahin semua fotonya ke flashdisk

Foto: www.sandisk.id. Olah grafis: Apriltupai.com


Padahal, back up data smartphone itu penting banget. Terutama saya sebagai orangtua. Berasa banget storage ponsel jadi lebih cepat penuh setelah punya anak. Karena anak lagi ngapain aja difoto dan divideoin. Anak baru bangun, anak lagi tidur, anak lagi makan, anak lagi joget, anak lagi nguap, lagi ngupil dan lain-lain.

Arina baru bangun tidur. Ngeblur tapi gemes! 

Bagi saya, mengabadikan momen dan cerita kehidupan anak itu penting banget. Selain buat kenang-kenangan kalau nanti dia sudah besar, sekaligus untuk merekam tumbuh kembangnya. Jadi saya tahu kapan anak saya mulai belajar sesuatu atau mulai bisa melakukan sesuatu, dan semua memori itu tersimpan abadi.

 
Kapan terakhir kali back up data smarthpone?


Foto: Aprillia Ramadhina


Pengalaman kehilangan data karena smartphone rusak tentu nggak ingin saya rasakan lagi. Ponsel hilang atau rusak, kita bisa beli lagi. Tapi, kalau sudah data yang hilang, mau dicari ke mana lagi? Kadang, data itu bahkan jauh lebih berharga dari harga ponselnya sendiri.

Jadi, mulai sekarang, nggak boleh lagi males back up data smartphone. Tapi, ternyata nggak cuma saya aja, lho yang punya kebiasaan buruk begini.  Sebuah perusahaan yang bergerak di teknologi informasi asal Amerika Serikat, Western Digital merilis survei mengenai masalah yang dihadapi pengguna smartphone di Indonesia perihal kehilangan data penting dan keterbatasan memori pada ponsel.

Sumber: competition.c2live.com

Mereka meriset 1.120 responden dari 6 kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Medan dan Makassar. Dalam riset yang berjudul "Indonesian Consumer Mobile Habit and Data Management Survey" menunjukkan bahwa 67% dari responden mengaku pernah kehilangan data di smartphone mereka. Walaupun lebih dari 80% responden telah menyadari pentingnya melakukan back up data, ternyata hanya sepertiga dari mereka yang melakukan back up data secara teratur setiap bulannya. Nah, kan mari bergabung kepada kelompok orang-orang yang kesel kalau data hilang tapi males back up, hahaha.

Jangan dong, ya, saya udah kapok ngerasain kehilangan data. Pengalaman ponsel rusak yang bikin data saya ikutan raib tentu nggak ingin saya rasakan lagi. Semua itu jadi pelajaran yang berharga. Saya nggak mau lagi merasakan kehilangan data-data penting karena lupa back up data. Padahal, itu cara yang perlu kita lakukan biar ponsel kita nggak sesak kepenuhan, tanpa harus membuat kita tak sengaja membuang file penting. 

Karena ternyata, masih menurut survei Western Digital, salah satu penyebab terbesar masalah kehilangan data itu adalah karena aktivitas menghapus untuk menghemat memori. Supaya terhindar dari kehilangan data karena menghapus file ponsel yang kepenuhan, sebaiknya sebelum hapus data, coba detoks dulu ponsel kamu.

 
Bebenah Sebelum Back Up

Terkadang, yang membuat penuh bukan semata file yang kita simpan di ponsel. Tapi bisa juga karena banyak hal. Karena itu, sebaiknya mulai bebenah ponsel dengan mendetoks hal-hal yang tidak perlu. Kamu tahu Marie Kondo? Dia adalah penulis buku berjudul The Life-Changing Magic of Tidying Up, Seni Beres-beres dan Metode Merapikan Ala Jepang. Dalam bukunya tersebut, ia mengatakan “dengan membereskan rumah, kita sekaligus membereskan urusan dan masa lalu kita”. Nggak cuma rumah yang perlu diberesin, ponsel kita, yang sering kita bawa kemana-mana justru yang paling perlu buat dirapihin.

Ini yang saya lakukan untuk melegakan ponsel dan mendetoks ponsel saya tanpa khawatir kehilangan data penting


1. Menyeleksi Aplikasi
Ada berapa banyak aplikasi di smartphone kamu? Apakah semuanya kamu pakai setiap hari? Hapus aplikasi yang tidak kamu gunakan sama sekali selama 1 – 2 bulan terakhir. Jika dalam sebulan belakangan saja kamu tidak pernah menggunakannya, bisa jadi memang karena kamu tidak membutuhkannya. Jadi, lebih baik lepaskan.

2. Menghapus Cache Aplikasi
Gede juga ya cache-nya Instagram saya.

Cache adalah data sementara yang tersimpan di smarthphone. Untuk aplikasi yang sering digunakan, biasanya menyimpan cache yang cukup besar. Biasakan sebulan sekali atau saat ponsel sudah terasa penuh, hapuslah cache pada setiap aplikasi. Caranya, kamu tinggal masuk ke pengaturan atau setting ponsel kamu, kemudian masuk ke bagian aplikasi, klik aplikasi yang ingin kamu hapus cache-nya, dan pilih "hapus cache". 

3. Tutup Tab Situs di Browser
Berapa banyak website yang kamu buka di browser? Saya jumlahnya 99, hahaha! Males banget nutup karena merasa semuanya masih penting untuk dibaca. Ini juga yang membuat browser kamu jadi menyimpan banyak data dan cache. Sebisa mungkin nggak usah buka terlalu banyak tab di browser, ya!

4. Perhatikan File Manager
13 ribu foto di HP, uwow! Memori internal sisa dikit doang, hahaha.

Cek file manager kamu secara berkala. Kamu pun akan tahu berapa sisa ruang yang masih ada untuk penyimpanan, dan di bagian mana kamu paling banyak menyimpan data. Kalau saya apalagi yang paling banyak kalau bukan nyimpen foto hahaha. Sampai 13 ribu file! 

5. Pindahkan semua file yang #DibuangSayang dengan USB OTG SanDisk
Foto: Aprillia Ramadhina

Setelah sudah tahu bagian mana yang perlu dikurangin, langsung mulai aksi. Tapi, sayangnya, banyak banget foto anak saya, Arina di smartphone saya yang #DibuangSayang. Contohnya ada foto yang ngeblur, tapi senyum Arina di foto itu lagi manis-manisnya. Ada yang fotonya gelap, tapi di situ lesung pipi Arina lagi muncul-munculnya. Ada yang background-nya nggak banget, tapi ekspresi Arina lagi gemesin banget. Akhirnya numpuklah semua itu di ponsel. Jadi, sebelum dihapus, ya sebaiknya dipindahkan dulu, nantinya baru tentukan mana yang sebaiknya dibuang, mana yang tetap disimpan.

Untuk mindahinnya, saya sih pakai cara praktisnya aja, ya pakai USB OTG SanDisk. Yang punya saya adalah Sandisk Ultra Dual OTG USB Flash Drive USB 3.0. Saya punya yang kapasitasnya 16GB. Ini aja udah gede banget sih buat saya. Lho, itu kan flashdisk, kok bisa nyimpen file dari HP? Oh ya tentu saja bisa, Sandisk OTG (On The Go) ini kan punya konektor ganda jadi bisa nyimpen dari laptop maupun ponsel dan tablet. Pakai SanDisk juga dijamin bisa transfer data super cepat! Laju kecepatannya sampai 150 MB/detik! 

Kalau kamu butuh USB Sandisk OTG yang kapitasnya besar juga ada. Karena untuk jenis yang saya punya, yaitu Sandisk Ultra Dual USB Drive OTG 3.0 ini tersedia hingga kapasitas 256GB! Gede banget, kan! USB Sandisk juga terdeteksi secara otomatis saat terhubung. Ikonnya bakal langsung muncul dan langsung bisa digunakan. Pokoknya USB OTG SanDisk produk terbaik buat back up memori.

Untuk harga, terjangkau banget. Punya saya itu dijual di Shopee harganya cuma Rp 66 ribu! Kamu bisa beli langsung secara online di akun resmi SanDisk yang ada di Shopee, klik di sini: Official Store SanDisk di Shopee

6. Setelah Pindah, Baru Pilah
Foto: Aprillia Ramadhina

Setelah semua file telah dipindahkan, barulah pilah di laptop. Pilih yang terbaik dari foto yang mirip-mirip. Luangkan waktu khusus untuk benar-benar menyortir file. Intinya, jangan gegabah. Karena kalau terburu-buru menghapus langsung dari ponsel, bisa-bisa nggak sengaja kita langsung mengosongkan penyimpanan dan data penting kita hilang semua. 

Jaga yang berharga, buang yang tak perlu dikenang.
Selamat bebenah memori!

#SanDiskAPAC





26 komentar:

  1. Wah kudu punya nih. Secara blogger itu pasti harus motret dan berulang-ulang sampai hasilnya bagus. Gak kerasa udah gak muat aja gara-gara memorinya cuma sedikit. Dan itu sering banget saya alami.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, buat satu objek aja bisa 20 kali foto hihihi. kudu punya mas, kecil-kecil muat banyak data.

      Hapus
  2. Jadi lebih praktis ya mbak kalau ada USB OTG SanDisk, jadi gak khawatir lagi kehabisan memori. Thanks for sharing :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya betul banget, nggak capek lihat notif hp yang bilang memori penuh hahah

      Hapus
  3. wajah anaknya.. emesh.. pantesan memori hape sering penuh ya Mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya udah gak keitung ada berapa ribu foto sejak dia lahir. Sayangnya pernah ilang pas hp sm laptop rusak hiks

      Hapus
  4. Bagus banget nih tipsnya buat back up data. Terima kasih ya sudah diingatkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa. Sama sama Mbak. Makasih juga sudah berkunjung

      Hapus
  5. Enak ya sekarang ada ginian, ga perlu ribet2 nyalain laptop kalo mau mindah data

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, kadang laptop pun udah kepenuhan soalnya hahhaha

      Hapus
  6. Perlu banget emang fd buat backup2 data.. apalagi sandisk harganya masih terjangkau dan jjga bagus ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa ga bisa kalau cuma andelin memori internal hehe

      Hapus
  7. Aku punya juga yg 32GB kak, mantabbbbbb dibawa kemana2 asik bgt yess hehe

    BalasHapus
  8. USB OTG SanDisk emang juaranya kl masalah abckup membackup hehe
    aku juga pake yg dual drive mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang dual gini emang cihuy sih bikin pindah2 ga ribet hehe

      Hapus
  9. benar-benar membantu banget ini disaat kepepet, backup sekarang, pindahkan kemudian haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ngeri bgt lah kalo ampe lupa back up tau2 pas mau ngurangin memori hp malah keapus data yg penting hiks

      Hapus
  10. Bener banget, file yang #DibuangSayang ini sering bikin dilema. Dihapus gak tega, gak dihapus menuhin memori. Solusinya memang harus dipindahkan ke media lain, untung sekarang sudah ada flashdisk OTG ya, jadi transfer data jadi mudah

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, kebiasaan nimbun emang hahah, susah nerapin hidup minimalis kalo soal data. tapi udah enak banget emang kalo sandisk otg.

      Hapus
  11. aku juga pernah kehilangan banyak foto si sulung di hapeku. nyesek banget huhu. mana belum dicetak juga fotonya. memang penting banget sekarang punya USB OTG ini ya biar lebih praktis buat mindahin data hape

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kehilangan foto anak bikin nyesek sih, pertumbuhannya kan ga bakal keulang hiks. yes, jadi sekarang udah mesti rajin2 backup data ya

      Hapus
  12. Kalau aku nyeseknya, kartu memori tiba-tiba datanya 0 semua hiks. Betul banget, emang harus sering di back up sih data smartphone ini. Daripada menyesal kemudian. Asyik sekarang udah ada USB OTG Sanddisk. Ku mau beli juga ah biar aman data-datanya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyes beli kak, biar gak nyesek belakangan heheh

      Hapus
  13. Wah, kapan ya terakhir back up? Inilah kebiasaan buruk krna punya memori besar, jd males mau back up dan hapus2 data gak penting. Saran yg baik banget nih mbak, ngingetin saya utk sering2 back up. Jgn sampe udah kejadian baru nyesel 😣

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, back up tuh males karna mikirnya repot, ribet kan, tapi kalo pake sandisk otg ga bakal ribet lagi buat backup

      Hapus