Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2015

Selamat Hari Ayah, Pa

Gambar
Hari ini ramai sekali orang menyebutnya sebagai Hari Ayah. Beruntung sekali mereka yang masih bisa bercakap-cakap dengan ayah mereka. Saya hanya bisa mengucapkannya melalui doa. Ah, saya selalu sentimentil jika membahas tentang dia. Dia yang sudah 15 tahun ini tidak saya temui. Dia yang 15 tahun ini saya yakin sudah bahagia dengan tenang. Semoga.

Saya cuma dikasih waktu sama Tuhan untuk bersama-sama dia selama 11 tahun. Tapi, di waktu yang sesempit itu saya tetap bersyukur. Ada banyak hal yang melekat di otak saya, yang sedikit-sedikit membentuk diri saya menjadi saya yang sekarang.

Saya masih ingat ketika dia mengajarkan saya bermain catur, dari situ saya tahu, jadi perempuan harus juga bisa berstrategi, jadi perempuan harus berpijak pada nalar dan logika yang kuat. Dia memang memanjakan saya, tapi dia juga tidak selalu memenuhi apa yang saya mau. Dia mengajarkan secara tidak langsung bahwa tidak semua perasaan harus dituruti. Dia mendidik saya untuk menjadi perempuan yang tidak men…

Kereta dan Peluang-Peluang yang Dikejar

Gambar
suasana di stasiun Tanah Abang pada suatu sore. Foto: Aprillia Ramadhina
Sudah 2 bulan saya pulang-pergi Tangerang-Tebet menggunakan kereta. Perjalanan yang melelahkan sekaligus menguatkan saya. Bagaimana tidak? Tergencet, terhimpit, sesak, tangan yang kesemutan, kaki yang lama berdiri dan lain sebagainya. Tapi ada banyak hal menarik yang bisa saya lihat dan rasakan semenjak menjadi penghuni kereta, salah satunya orang-orang yang berlari.
Saya jarang berlari ketinggalan kereta kalau berangkat, karena saya tahu jadwal jam kereta yang saya akan tumpangi. Tapi pernah saya salah perhitungan. Angkot saya yang saya naiki menuju stasiun berjalan sangat lambat, karena sering ngetem, membuat waktu saya mepet sekali naik kereta. Sebelum sampai tempat pemeriksaan kartu, kereta sudah berhenti. Sontak saya lari, melihat gerbong akhir sudah penuh sesak saya lari ke pintu berikutnya, eh penuh juga, di pintu berikutnya saya melihat celah sedikit dan saya yang mungil ini berhasil menyusup, hup!
Selang se…