Kamis, 04 Januari 2018

2017, Tahun Berkompetisi yang Luar Biasa


Tahun 2017 jadi tahun berkompetisi yang sangat sangat luar biasa bagi saya. Saya banyak banget “ngegas” di tahun ini, walaupun tetap dalam prinsip hidup yang let it flow and it will glow. Apa aja yang luar biasa itu?

2017 awal sampai menuju akhir nggak ada yang terlalu saya inget. Karena banyak pahitnya. Pahit yang nggak perlulah diceritain lengkap dan detail, hahaha. Intinya sangat fluktuatif, terutama dari segi finansial. Dan ini semoga tidak terjadi lagi di tahun 2018. Amin.

Ada beberapa lomba yang saya menangkan di tahun ini. Ada bulan di mana saya juga nggak ikut lomba sama sekali, karena nggak ada yang menarik dan membuat saya merasa tertantang. Untuk ikut sebuah lomba saya ini termasuk yang penuh pertimbangan dan pemilih (gaya banget, ya?). Iya, jadi nggak sembarangan ikut lomba yang penting tujuannya menang. Nggak gitu juga. Kalau saya pikir tulisan saya untuk lomba itu nggak ada manfaat ya  buat apa. Saya sangat selektif ikut lomba mulai dari mempertimbangkan hal-hal seperti:

1. Siapa penyelenggara dan jurinya. Ini yang paling utama. Kalau penyelenggaranya belum pernah saya dengar sama sekali, biasanya saya berpikir banyak-banyaklah untuk ikutan. Track record penyelenggara atau brand yang ngadain lomba itu jadi yang utama untuk saya memutuskan apakah akan ikut lombanya atau nggak. Karena itu berkaitan dengan branding saya pribadi juga. Jurinya juga penting. Kayaknya bangga aja gitu kalau karya kita dinilai sama juri yang kredibel dan keren.

2. Tema. Ini juga nggak kalah penting. Kalau temanya njelimet, nggak jelas, dan sekiranya nggak sesuai sama blog saya, saya juga nggak akan ikutan. Kalau temanya juga saya nggak paham, saya nggak akan maksain diri untuk ikutan. Paling nggak saya pilih yang memang saya suka dan sesuai dengan kemampuan saya. Karena kalau sayanya aja nggak paham gimana juga bikin yang baca bisa paham sama apa yang saya tulis? Kalau emang saya merasa nggak mampu, yaudah, nggak maksain diri juga ikutan. Tahu batas kemampuan diri sendirilah.

3. Ada manfaatnya nggak kalau saya tulis? Nulis itu butuh usaha. Dari tenaga, waktu, listrik untuk ngecharge laptop dan nyalain wi-fi, perlu bayar internet. Ya kali kalau nulis yang nggak ada faedahnya kayaknya gimana gitu.

4. Hadiahnya. Nggak munafiklah namanya ikut lomba ya karena ada hadiahnya. Hadiahnya kece nggak? Pemenangnya banyak nggak? Kalau hadiahnya untuk banyak pemenang kan berarti peluang menangnya juga gede, ya nggak? Hahahha. Tapi hadiah ini sih faktor ke sekianlah ya. Kalau yang ngadain brand-nya keren, temanya bagus, bisa ikutan aja udah seneng kok, beneran.

5. Saya ngerasa relate, nggak? Nah ini juga penting. Kalau penyelenggara keren, hadiah oke, tema bagus, tapi saya nggak relate ya ngapain? Nyusah-nyusahin diri. Kalau udah ngerasa relate, jadi nulisnya bener-bener pakek rasa gitu. Karena kalau nggak pakai rasa akan kerasa juga, kok. (Apa deh?)

Anyway, back to topic. Di penghujung 2017, tepatnya di bulan Desember 2017 saya menang dua lomba berturut-turut yang bahkan pengumumannya pemenangnya cuma selisih beberapa hari. Dan itu juara satu saudara-saudara. Ini bakalan saya inget terus. Secara sebelumnya saya nggak pernah menang juara satu untuk lomba. Biasanya jadi juara harapan, pemenang favorit, atau pemenang hiburan. Lomba itu adalah Jakarta On Social Media Competition yang diadakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta dan Lomba Blog Jakarta Biennale 2017. Dari hadiah lomba itu saya bersyukur banget bisa beli hape baru Asus Zenfone 4 Selfie, kacamata O.W.L dan mesin cuci buat nyokap. Hihihi. Alhamdulillah banget, ya.


Selain ikutan lomba saya juga sambil kerja jadi website content writer untuk dua brand kesehatan, Konilife dari Konimex dan Aloclair Plus sejak Juli 2017. Saya juga beberapa kali nulis press release untuk acara Pekan Kerajinan Jawa Barat, Hijab Festive Week, dan beberapa acara lainnya. Meon Design juga lumayan lah orderannya, banyak yang repeat order juga. Intinya 2017 luar biasa, biar pun up and down-nya berasa tajem banget kayak naik jet coaster. Oh, ya Desember 2017 juga saya berhasil menyelesaikan satu naskah novel dan mengirimkannya ke penerbit. Sebuah pencapaian, akhirnya bisa kelarin novel. Semoga berjodoh dengan penerbitnya, ya!

Semoga 2018 bisa lebih luar biasa. Kalau pun ada down-nya semoga tetap bisa survive, dan kalau pun banyak up-nya, semoga bisa selalu down to earth dan low profile, aheeyy. Kalau bisa juga 2018 pengin agak lebih woles, pengen rehat, leyeh-leyeh. Capek juga "ngegas" di tahun kemarin. Semoga bisa lebih stabil. Penginnya sih ngantoran lagi aja, biar nggak keseringan bertarung di kompetisi. Amin!