Senin, 11 Desember 2017

Aku Ingin Hidup Lebih dari 1.000 Tahun Untukmu, Anakku


Surat ini adalah hadiah untuk ulang tahun pertamamu. Mungkin akan kau baca suatu saat nanti. Saat membacanya, mama hanya ingin kau tahu, bahwa selalu ada cinta di hati mama untukmu, anakku. Dalam keadaan apa pun, kamu adalah prioritas utama dan akan selalu menjadi yang pertama.

Mama mungkin bukan tipikal ibu yang mudah mengungkapkan cinta. Mungkin kau lebih sering mendengar mama mengomel, menggerutu, atau berkeluh kesah. Tapi, lewat surat ini, mama ingin kamu tahu, bahwa terlalu banyak kata yang tidak bisa mama ungkapkan dan hanya mampu mama tuliskan.

Kau tahu, apa kekhawatiran terbesar mama? Melihat kamu hidup susah saat dewasa. Hidup di masa depan, mungkin akan lebih mudah, sekaligus bisa jadi lebih keras. Karena itu, kamu tidak hanya butuh dimanja, tapi juga ditempa. Kamu tidak hanya butuh disayang, tapi juga butuh dilatih. Dilatih untuk tegar menghadapi kesusahan, dilatih untuk berani menghadapi kenyataan yang tidak selalu sesuai dengan keinginan. Dilatih untuk tahu bahwa setiap hasil tidak akan mengkhianati prosesnya. Dilatih untuk melihat penyelesaian di balik setiap masalah, bukan justru sebaliknya. Dan banyak lagi yang perlu kamu latih untuk bisa siap menjadi manusia utuh di muka bumi. Utuh dalam artian punya pikiran yang luas dan hati yang lapang. Terhindar dari segala kedangkalan; baik itu ilmu, iman dan nalar.

Jika mama tak bisa terus menerus menemanimu berlatih, temukan orang-orang di sekitarmu yang bisa kau jadikan guru. Temukan hal-hal di sekelilingmu yang membuatmu tidak berhenti belajar. Dengan begitu kau akan temukan, bahwa setiap insan di muka bumi masing-masing punya tujuan dan makna mengapa ia dilahirkan. 

Nikmati proses perjalanan itu. Tangguhlah bila ada badai. Menepilah jika kau lelah. Jangan terlena terlalu lama jika kau mendapat kesenangan. Tidak perlu meratap berlebihan jika kesedihan datang. Ketika hatimu gamang dan kau merasa tersesat, datanglah pada mama. Atau jika mama sudah tidak ada, sambangi mama dalam bentuk doa. Kita akan bercakap-cakap seperti biasanya. Jika bahkan kau lupa pada mama, jangan sampai kau lupakan Tuhanmu. Karena hanya pada-Nya kau bisa meminta pertolongan. Tapi, berjanjilah, jika mama kelak nanti lebih dulu tiada, tetaplah hidup sebagaimana mestinya.
Ada mama ataupun tak ada mama, Tuhan akan selalu melindungi dan menyayangimu.

Jika mama bisa hidup selama-lamanya, mama berharap bisa selalu melakukan hal-hal ini untukmu.


Mengupayakan yang terbaik untukmu


Kamu adalah alasan mengapa mama bekerja lebih keras dan berdoa lebih dalam. Apa pun yang mama lakukan, semuanya semata demi memberikan yang terbaik untukmu. Mama yakin, setiap anak punya rezekinya sendiri. Rezeki itu disalurkan melalui tangan-tangan orangtuanya. Yang bisa dilakukan orangtua adalah berusaha sekuat tenaga untuk bertanggung jawab menghidupi anaknya. Karena menjadi orangtua berarti belajar menjadi pejuang yang tak kenal lelah sekaligus pencinta yang tak kenal pamrih.


Melihatmu tumbuh menjadi versi terbaik dari dirimu


Mungkin mama tidak akan mengusik jika kamu ingin menjadi dirimu sendiri. Tapi, jika “Be Your Self” yang kamu maksud adalah membiarkan sifat-sifat burukmu menjadi-jadi dan perilakumu yang tidak baik terus lestari. Mama tentu harus turun tangan. Kamu berhak menjadi dirimu sendiri, tapi alangkah eloknya lagi jika dirimu terus memperbaiki diri. Mama tidak akan memaksakan kehendak mama untuk mendiktemu harus jadi seperti apa. Kamu berhak punya keinginan sendiri. Tugas mama hanyalah merestui, menasihati, mengingatkan konsekuensi, mengarahkan dan memfasilitasi. Bukan justru mematahkan mimpi atau mengerdilkan nyali.


Menyaksikanmu wisuda dan menikah


Mama telah kehilangan kakekmu sejak mama masih kecil. Mama tidak merasakan kehadiran seorang ayah saat wisuda, apalagi di pernikahan. Dengan hidup lebih lama, mama ingin menjadi saksi setiap peristiwa dalam hidupmu. Mama ingin menjadi penonton prestasimu. Bertepuk tangan saat kamu berhasil dan memelukmu saat kamu gagal. Intinya, apa pun pencapaianmu, kau tahu, mamalah pendukungmu yang nomor satu.


Selalu ada saat sehat dan sakitmu


Kau tahu apa yang paling membuat mama bersedih? Melihatmu sakit. Tiga hari menjelang ulang tahunmu, kamu demam karena tumbuh gigi yang ke 9 dan 10. Bahkan gusimu berdarah. Kamu sering menangis, terutama di malam hari. Kamu jadi sulit tidur dan tidak mau menyusu. Kamu gelisah hampir setiap waktu. Andai sakitnya bisa dipindah ke mama. Biar kamunya sehat terus. 



Saat demammu mencapai angka lebih dari 38 derajat celcius, mama berikan kamu obat penurun panas. Apalagi kalau bukan Tempra. Sejak dulu, waktu mama masih kecil dan demam, nenekmu juga selalu kasih mama Tempra. Kata nenek, dulu tiga anaknya ini kalau demam selalu diobati dengan #Tempra. Kenapa? Karena Tempra Syrup aman di lambung. Tidak semua obat penurun panas bisa cocok di badanmu, karena beberapa obat lain justru kamu muntahkan. Tapi, karena Tempra aman di lambung, jadi bisa kamu telan dengan baik. Tempra juga tidak perlu dikocok karena sudah larut 100%, dan dosisnya tepat (tidak menimbulkan over dosis atau kurang dosis). 



Karena kamu sebelumnya belum berusia satu tahun, yang selalu mama sediakan adalah Tempra Drops. Akhirnya, karena panasmu turun, kamu jadi bisa tidur lebih nyenyak. Mama dan papa jadi tidak perlu begadang. Besoknya, ulang tahunmu berjalan sempurna! Kamu sudah sehat dan tidak rewel. Banyak doa mengalir untukmu di usiamu yang pertama.



Arina kembali ceria berkat Tempra


Mendoakanmu selalu


Jauh maupun dekat, kau tahu, doa mama selalu menyertai langkahmu
Di nadimu, di setiap aliran darahmu, di sanalah nafas mama. Kaulah perpanjangan nyawa mama. Selamat ulang tahun yang pertama, Arinaku. Tumbuhlah ceria dan bahagia selalu. Semoga mama bisa terus menemanimu di setiap pertambahan usiamu. Sekarang, dan seterusnya.

Karena #SelaluAdaCintadiHatiBunda untukmu, kesayanganku.

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Tempra.