Jumat, 12 Mei 2017

#MemesonaItu Jadi Ibu yang Punya Banyak Mimpi

Mei 12, 2017

Banyak perempuan yang setelah berkeluarga eksistensinya melebur menjadi bagian dari suami atau anaknya. Selain dikenal sebagai ibu/nyonya Arief (nama suami saya) dan mama Arina (nama anak saya), saya tetap tidak ingin kehilangan diri saya sendiri. Saya ingin selalu diingat sebagai April, April yang senang menulis dan menggambar serta punya banyak passion dan mimpi.

Tetap Wangi Saat Bermain Bersama Anak

Pakai Vitalis main bersama anak dari pagi sampai sore tetap wangi!


Saat ini Arina sudah berusia lima bulan dan sedang senang-senangnya bermain dengan saya. Bayi selalu punya aroma khas yang menyenangkan. Begitu juga anak saya, Arina. Aromanya semakin wangi ditambah aneka bedak, cologne, dan produk perawatannya yang lain. Saya sebagai ibunya tentunya nggak mau kalah wangi dari dia. Jangan sampai sayanya justru mengeluarkan bau tidak sedap. Kasihan, dong Arinanya nanti malah kebauan. Hehehe. Sebagai perempuan yang aktivitasnya banyak dihabiskan di rumah, bukan berarti saya mengesampingkan penampilan. Walaupun di rumah, saya harus tetap memesona. Aroma tubuh yang harum selalu membuat saya bersemangat mengurus Arina seharian.


Menjadi Wangi adalah Bagian dari Me Time

Vitalis Body Scent Bizarre favorit saya banget. Wanginya unik, nggak menyengat, tahan lama dan ramah di kulit.


Banyak teman-teman saya yang mengatakan kalau sudah menikah nggak perlu mementingkan penampilan karena sudah laku. Memangnya berpenampilan baik hanya untuk orang-orang yang mencari jodoh? Bagi saya, penampilan itu penting, apa pun status kita, baik masih lajang ataupun sudah menikah. Karena melihat diri berpenampilan baik memberikan kepuasan tersendiri bagi saya. Termasuk untuk tampil selalu wangi.

Mencium aroma tubuh sendiri yang wangi selalu berhasil membangkitkan semangat. Jadi, meskipun saya hanya di rumah dan tidak berpergian kemana-mana, saya selalu menyemprotkan Vitalis Body Scent Bizzare sehabis mandi untuk menjaga mood saya seharian. Wangi bunga violet, lotus, blackcurrant, sandalwood, dan marine yang menawan membantu saya tetap semangat mengurus bayi dan lelah menjadi tidak terlalu terasa. 

Mengurus bayi sendirian tanpa bantuan pengasuh tentunya menyita energi saya. Seringkali ketika saya ingin mengerjakan hal lain selain mengurus Arina, tenaga saya sudah habis duluan. Kalau sudah begitu pasti saya semprotkan lagi Vitalis kapan pun saya butuhkan untuk kembali menyegarkan tubuh. Vitalis benar-benar mood booster bagi saya.

Membesarkan Arina Sebaik-Baiknya dan Menghidupkan Mimpi-Mimpi yang Lain

Arina saat tepat berusia lima bulan


Sebagai ibu, impian terbesar saya adalah membesarkan Arina sebaik-baiknya dan melihatnya tumbuh sebagaimana mestinya. Membantunya meraih cita-citanya. Saya tidak bisa menjadi ibu yang menyarankannya menggapai mimpi jika dia juga melihat saya sendiri mengubur mimpi. Saya ingin menjadi contoh yang nyata untuknya bahwa setiap mimpi patut diperjuangkan. Saat ini saya sedang berusaha menulis buku baru saya. Sudah dua tahun berlalu sejak buku pertama saya terbit dan saya merasa ini waktunya untuk saya berkarya lagi.
Saya sedang berbicara tentang proses pembuatan buku pertama saya bersama para narasumber dalam buku tersebut (di antaranya Choky Sitohang, Sogi Indradhuaja, Nino "RAN", Andara Early, dan Didiet Maulana)

Wewangian selalu berhasil memantik kreativitas saya dalam melahirkan ide-ide baru untuk tulisan, baik untuk di blog maupun calon buku. Selain menelurkan buku, mimpi saya yang lain adalah suatu saat bisa menggelar pameran karya seni. Saya senang sekali menggambar sejak kecil. Akan tetapi karena dilarang oleh orangtua menjadi seniman, saya memilih karier sebagai jurnalis ketika lulus kuliah. Kini, saya mulai menggiatkan kegemaran masa kecil saya itu, menggambar dan melukis. Ketika menggambar, kepekaan saya bermain sampai maksimal, begitu pun ketika melukis. Dalam menyelesaikan sebuah lukisan, pasti saya akan kelelahan dan mengeluarkan keringat yang tidak sedikit. Belum lagi bau cat akrilik biasanya ikut menempel di badan. Nah, supaya saya bisa kembali harum setelah melukis, saya tidak lupa menyemprotkan Vitalis.
Vitalis menemani aktivas saya menggambar dan melukis


Saya juga sedang mengurus usaha bersama suami di bidang penyedia jasa desain grafis. Memang pesanan yang datang ke kami tidak selalu mengharuskan kami bertatap muka dengan klien. Akan tetapi, ada kalanya kami harus bertemu langsung dengan klien untuk membahas pesanan desain yang dia mau. Jangan sampai ketika meeting dengan klien tubuh saya mengeluarkan aroma tidak sedap. Jadi, saya selalu sedia Vitalis di tas kemana pun saya pergi.



Selain Karya yang Diingat, Kehadiran Kita Juga Harus Bermakna

Salah satu gambar saya yang berjudul "Lovely Night"


Selain ingin tampil menarik, most of us like to smell nice. Tentu dibutuhkan wewangian yang menunjang, agar orang bisa "mencium' dan mengenang kehadiran kita. Nothing is more memorable than a smell. Aroma kita bisa meninggalkan kesan lebih lama di ingatan seseorang meski hanya melalui pertemuan yang sangat singkat.
Menurut Dr. Joseph Mercola, salah satu ahli kesehatan dari Amerika Serikat dalam tulisannya yang berjudul "Why Smells Can Trigger Strong Memories" dan dimuat di Mercola.com, aroma sangat efektif sebagai pengingat masa lalu. 

"Hal ini berkaitan dengan cara otak kita memproses bau dan ingatan. Bau disalurkan melalui indera pencium yang kemudian dianalisis ke dalam otak. Ini berkaitan erat dengan amigdala dan hippocampus kita yaitu daerah yang menangani memori dan emosi." ungkapnya.

Kenangan yang tercatat melalui aroma cenderung lebih kuat dan lebih emosional dibanding sentuhan, pendengaran bahkan visual. Jadi, tidak heran terkadang kita bisa lebih mengenang aroma seseorang walau penampilannya sudah berubah.

Sebagai mom blogger dan mompreneur yang berkarya dan berbisnis, tentu saya ingin karya-karya saya punya ruang tersendiri di hati penikmatnya. Jadi, ketika orang-orang butuh sesuatu yang berkaitan dengan kemampuan saya mereka selalu ingat untuk langsung menghubungi saya. Selain kemampuan kita yang sebaiknya tidak dilupakan orang lain, kehadiran kita juga harus berkesan dan meninggalkan makna. Jangan sampai kita dikenal sebagai orang yang beraroma tidak sedap di ingatan orang-orang. Dikenang sebagai orang yang punya aroma wangi yang khas membuat kita menjadi lebih spesial.

Vitalis Body Scent Tingkatkan Pesona Saya sebagai Ibu yang Punya Banyak Mimpi

Vitalis Body Scent Bizarre tidak hanya menemani hari-hari saya bersenang-senang bersama keluarga tapi juga melengkapi penampilan saya agar tampil semakin percaya diri dan profesional di setiap hal yang saya kerjakan serta meningkatkan pancaran pesona saya sebagai perempuan. Aromanya unik dan selalu berhasil merangsang kreativitas saya dalam menulis dan menggambar, juga membuat energi saya meningkat ketika mengasuh anak. Wanginya juga tidak menyengat dan cocok untuk pribadi saya yang ekspresif dan dinamis. Sensasi wanginya selalu membuat mood meningkat fantastis dan menemani saya menjalani prinsip hidup live life to the fullest

Vitalis Body Scent Bizarre mendampingi saya menekuni banyak passion dan mengejar mimpi-mimpi saya. Wewangian yang sesuai selera bisa membuat suasana hati lebih bahagia, memandang hidup lebih positif dan meningkatkan energi untuk bisa semakin gigih meraih mimpi. Ignite your charm, reach your star!

Cantik itu relatif, #MemesonaItu mutlak. Karena, pesona itu lebih dari sekadar daya pikat atau daya tarik yang dimiliki seseorang, tapi juga berkaitan dengan kualitas dan nilai yang ada dalam diri orang tersebut. Menjadi stylish dan fashionable itu pilihan, tapi senantiasa harum dan wangi itu keharusan. Seorang wanita yang cantik menurut kamu bisa saja dipandang berbeda oleh orang lain, tapi seseorang yang memesona, biasanya akan disepakati oleh banyak orang. Sering kali kan, kita menemukan orang yang tidak terlalu cantik tapi charming? Itulah pesona. Pesona bisa terpancar melalui kepribadian, cara bertutur kata, berperilaku, dan cara seseorang memperlakukan orang lain. Pesona juga terpancar melalui aura dan karisma, serta pembawaan (sifat, tabiat dan bakat). Aura, karisma, dan pembawaan adalah hal-hal yang bisa dilatih, ditingkatkan tapi tidak bisa direkayasa atau dibuat-buat. 

Bagi, saya #MemesonaItu adalah jadi ibu yang punya banyak mimpi dan tidak kehilangan jati diri. Meskipun eksistensi melebur menjadi ibu dari seorang anak dan istri dari seorang laki-laki, setiap ibu perlu mempertahankan eksistensinya sebagai perempuan, sebagai dirinya sendiri. Menjadi ibu bukan berarti mematikan mimpi, setiap ibu berhak membahagiakan dirinya dengan berusaha mewujudkan mimpi-mimpinya yang belum selesai. Ketika seorang ibu memperjuangkan impiannya, ia tidak lagi bicara hanya tentang diri sendiri. Karena setiap langkah usahanya ada doa keluarga yang menyertainya. Setiap keberhasilan yang dicapainya didedikasikan untuk orang-orang yang dicintainya.


Foto: Aprillia Ramadhina & dok. pribadi
#MemesonaItu #MemesonaItu

Kamis, 04 Mei 2017

Menjadi Perempuan Indonesia: Menjadi Subjek yang Berani Bersuara

Mei 04, 2017
Dalam pikiran seorang tokoh psikoanalisis Sigmun Freud, perempuan memiliki kecemburuan terhadap penis (laki-laki). Kepemilikan penis pada laki-laki terlihat sebagai pelekatan sebuah citra akan kekuasaan. Rasa iri tersebut dikarenakan laki-laki mempunyai akses untuk berbicara di muka publik, mampu berpartisipasi dalam politik, bahkan untuk diakui dalam dunia seni. Kecemburuan itu lebih diarahkan kepada hak-hak yang mampu dimiliki laki-laki, keleluasaan bagi mereka untuk memainkan “power”, yang tidak dipunya oleh perempuan.

Karena itulah, feminis postmodern, Luce Irigaray menekankan bahwa perempuan harus menjadi subjek dan menciptakan bahasanya sendiri sebagai bentuk mengungkapkan diri. Di sinilah aktualisasi diri menjadi mungkin, menyampaikan pemikirannya, pendapatnya, juga perasaannya.

Mendefinisikan Ulang Kesetaraan

Ketika feminis gelombang awal sibuk tentang memperjuangkan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan, Irigaray mencetuskan sebuah konsep perbedaan. Karena laki-laki dan perempuan memang berbeda maka yang harus dilakukan adalah dengan membangun budaya perempuan-lelaki yang menghargai perbedaan antara kedua jenis kelamin.

Ketika kita berbicara mengenai gender dalam perspektif feminis postmodern, yang ditekankan adalah memandang perbedaan. Ketika berbeda, di situlah kemanusiaan bekerja, karena tidak ada yang setara. Perbedaan justru membuat keadaan saling menghargai menjadi mungkin. Karena pada dasarnya dari segi seksualitas saja jelaslah perempuan dan laki-laki itu berbeda, tidak bisa disamakan.

Persoalan kesetaraan antara dua jenis kelamin, ada baiknya didefinisi ulang dan dirumuskan kembali. Penindasan terhadap perempuan dapat ditutantaskan atau paling tidak diminimalisir jika kita mau mengangkat sebuah narasi baru; bahwa, perempuan berbeda.

Beban Ganda Perempuan

Kemajuan zaman membuat perempuan semakin bisa bersaing dengan laki-laki. Akan tetapi, itu membuka kemungkinan bagi mereka untuk mendapat tugas berlipat. Selain berkarir, mereka tetap mendapat tuntutan untuk tak melupakan perannya di rumah sebagai istri dan ibu. Hal ini tentunya akan menjadi sebuah ketimpangan. Pria juga harus turut campur dalam berbagai tugas di dalam rumah tangga.

Meski banyak perempuan yang sudah aktif masuk ke ranah publik, mengerjakan pekerjaan atau melakoni profesi yang juga dilakukan oleh pria, kemudian yang menjadi pertanyaan, apakah keadilan itu juga mereka dapatkan di ranah privat mereka? Apakah ruang tempat mereka berkarya dan bekerja di luar rumah sama luasnya dengan ruang mereka di dalam rumah tangga?

Jangan Segan Berbagi Beban Rumah Tangga dengan Laki-Laki

Seringkali perempuan merasa segan untuk meminta bantuan suaminya mencuci piring atau mencuci baju karena merasa itu bukan tugas laki-laki. Perempuan-perempuan ini pun tetap menjalankan apa yang menurut mereka adalah tugas-tugas mereka meskipun dalam hati merasa lelah dan ingin dibantu.

Pasangan suami-istri pada umumnya tahu bahwa mendidik anak adalah kewajiban dua belah pihak. Akan tetapi, bagaimana dengan pekerjaan rumah tangga? Apakah setiap laki-laki sudah punya kesadaran penuh bahwa tugas domestik tidak hanya harus dibebankan melulu kepada istri saja.

Banyak laki-laki merasa enggan ke dapur karena menganggap, itu “pekerjaan perempuan”. Masih merasa tak punya waktu untuk mengurus anak, karena berdalih sebagai tulang punggung keluarga yang waktunya habis untuk pekerjaan.  Padahal, mengurus anak dan mengerjakan tugas rumah tangga adalah tanggung jawab bersama.

Bicara soal urusan domestik rumah tangga tak hanya menjadi tanggung jawab perempuan sebagai istri dan ibu. Laki-laki juga punya peran yang tak kalah penting sebagai partner. Sudah bukan zamannya lagi laki-laki mengedepankan diri sebagai kepala keluarga sehingga menghindar dari urusan domestik.


Perempuan Harus Bersuara

Menurut data lembaga survey demografi dan kesehatan Indonesia Universitas Indonesia, jumlah kematian ibu hamil, melahirkan dan semasa nifas yang terjadi di Indonesia sepanjang tahun 2008 sampai dengan 2012 mencapai 359 orang per 100.000 kelahiran hidup per tahun. Artinya, tiap jam, 3 ibu Indonesia meninggal usai melahirkan atau ada 44 ribu ibu per hari. Hal ini bisa diminimalisasi salah satunya dengan melibatkan laki-laki sebagai pasangan yang terlibat aktif (caregiving partners).

Angka kekerasan terhadap perempuan juga masih mengkhawatirkan. Menurut catatan akhir tahun yang dikompilasi oleh Komnas Perempuan dari berbagai institusi pemberi layanan, baik berbasis komunitas maupun yang dikelola oleh pemerintah, pada tahun 2011 terjadi 119.107 kasus kekerasan terhadap perempuan yang ditangani dan dilaporkan, 95,61 % di antaranya adalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) atau sebanyak 113.878 kasus.


Perempuan harus bersuara. Kekerasan akan semakin dilanggenggkan dengan pembiaran-pembiaran yang dilakukan oleh perempuan itu sendiri. Tak sedikit dari para korban kekerasan itu merasa bahwa pasangan mereka tidak melakukan kekerasan. Mereka menerima dengan penuh pemakluman bahwa ketika pasangan mereka melakukannya, itu hanyalah emosi singkat semata. Bagaimana kita menyelamatkan seseorang yang bahkan tidak menyadari bahwa dirinya tengah menjadi korban? 

Mari kita bersama-sama membantu perempuan Indonesia untuk bangkit dari keterpurukan yang tidak disadarinya. Bantu mereka yang tertindas untuk berani bersuara dan melawan pembungkaman. Pada akhirnya, narasi tentang menjadi perempuan Indonesia belum sampai pada kata selesai. Perjuangan Kartini harus dilanjutkan dan jangan sampai hanya berwujud pada tataran selebrasi semata.

Ilustrasi & foto: Aprillia Ramadhina

Senin, 01 Mei 2017

Menciptakan Pojok Kreatif di Kamar bersama ACE Hardware

Mei 01, 2017
Foto: acehardware.co.id


Rumah yang nyaman adalah yang memeluk jiwa-jiwa penghuninya dan menaungi mimpi orang-orang yang tinggal di dalamnya.

Kesibukan saya sehari-harinya adalah menjadi ibu dan blogger. Menulis menjadi ajang aktulisasi diri dan “Me Time” bagi saya. Saat ini saya juga sedang berencana menulis buku baru. Jadi, bisa dibilang saya bekerja dari rumah. Sedangkan suami saya pekerjaan tetapnya adalah sebagai karyawan swasta di sebuah perusahaan pengembang properti. Namun, ia juga bekerja sambilan sebagai desainer grafis. Sehingga, rumah bagi saya dan suami, selain sebagai tempat tinggal, juga sebagai tempat bekerja dan berkarya. Saya sedikit membedakan antara bekerja dengan berkarya, karena dalam berkarya selalu ada kreativitas yang dikedepankan.
Creative corner di kamar kami. Foto: Aprillia Ramadhina

Karena kami tidak punya ruang khusus di rumah untuk bekerja, kami membuatnya di dalam kamar tidur. Kami menamakannya pojok kreatif atau creative corner karena letaknya memang di bagian pojok ruangan. Area ini tidak terlalu luas dan seperti ruang bekerja pada umumnya, terdapat sebuah meja dan kursi. Berikut ini 5 langkah mudah yang kami lakukan dalam menciptakan pojok kreatif di dalam kamar agar tetap nyaman dan mampu merangsang kreativitas.


Dekat Jendela

Sumber: decoist.com

Saya selalu merasa menulis dekat jendela selalu berhasil mendatangkan inspirasi. Melihat pemandangan di luar rumah dan merasakan sinar matahari langsung membuat pikiran menjadi lebih segar untuk menciptakan ide-ide baru.


Letakkan Foto Keluarga dan Benda yang Memotivasi

Bingkai foto yang cocok untuk pajang foto keluarga. Lokasi: ACE Hardware Mall Bale Kota Tangerang. Foto: Aprillia Ramadhina

Saya meletakkan foto saya dan suami di meja kerja. Karena kami belum mencetak foto anak kami, maka saya menggantinya dengan menaruh sepatu mungil miliknya di samping foto kami berdua. Hal ini berguna sebagai pengingat untuk siapa saya mempersembahkan karya saya.


Powerful Words on Inspirational Board

Notice board kaya gini bisa buat tempel kata-kata dan gambar-gambar yang memotivasi nih! Lokasi: Ace Hardware Mall Bale Kota Tangerang. Foto: Aprillia Ramadhina


Menjadi kreatif itu bukan bakat, tapi bisa dilatih dan dibiasakan. Karena itu butuh juga stimulus dari luar, salah satunya dari kata-kata inspiratif. Saya menempelkan kalimat-kalimat yang membangun semangat di papan yang saya tempel di tembok tepat di atas meja kerja.


Galeri Keberhasilan

Sumber: hgtv.com

Rumah adalah tempat kita menaruh benda-benda kenangan. Segala bentuk keberhasilan pasti kita taruh di rumah sebagai penanda, bahwa kita pernah melalui sebuah kesuksesasan yang diraih dengan perjuangan. Saya meletakkan foto saya sewaktu wisuda dan memajang penghargaan-penghargaan dari prestasi menulis saya di dekat inspirational boards. Memajang penghargaan yang pernah diraih membuat saya lebih terpacu untuk berkarya lebih baik lagi.


Penerangan yang Cukup

Table lamp dengan desain modern + retro yang bikin creative corner semakin atraktif. Lokasi: ACE Hardware Mall Bale Kota Tangerang. Foto: Aprillia Ramadhina


Lampu kamar tidur kami sengaja tidak terlalu terang agar kami bisa beristirahat dengan nyaman. Sementara di creative corner dibutuhkan penerangan yang cukup karena ide seringkali muncul tiba-tiba di malam hari. Untuk itu, kami perlu punya table lamp. Saya inginnya table lamp yang desainnya modern dan sedikit bernuansa industrial. Ternyata barang yang saya mau ada di ACE Hardware! Harganya juga sangat terjangkau. Untungnya lagi Ace sangat mudah ditemukan di mall-mall yang dekat dengan rumah saya di Tangerang. Sungguh ACE Hardware memang benar-benar #HelpfulPlace!


Menciptakan area kreatif di rumah bisa di bagian mana saja. Tentunya, lebih enak lagi kalau kamu memang membuat area kreatif di ruang khusus dan tidak bercampur dengan ruangan lain. Supaya kamu lebih fokus dan kondusif berkarya. Jangan lupa, apa pun tema creative space di rumah kamu, cari dekorasinya di ACE Hardware, ya!

*Tulisan ini diikutsertakan dalam ACE Writing Contest - #HelpfulPlace