Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2017

#MemesonaItu Jadi Ibu yang Punya Banyak Mimpi

Gambar
Banyak perempuan yang setelah berkeluarga eksistensinya melebur menjadi bagian dari suami atau anaknya. Selain dikenal sebagai ibu/nyonya Arief (nama suami saya) dan mama Arina (nama anak saya), saya tetap tidak ingin kehilangan diri saya sendiri. Saya ingin selalu diingat sebagai April, April yang senang menulis dan menggambar serta punya banyak passion dan mimpi.
Tetap Wangi Saat Bermain Bersama Anak
Saat ini Arina sudah berusia lima bulan dan sedang senang-senangnya bermain dengan saya. Bayi selalu punya aroma khas yang menyenangkan. Begitu juga anak saya, Arina. Aromanya semakin wangi ditambah aneka bedak, cologne, dan produk perawatannya yang lain. Saya sebagai ibunya tentunya nggak mau kalah wangi dari dia. Jangan sampai sayanya justru mengeluarkan bau tidak sedap. Kasihan, dong Arinanya nanti malah kebauan. Hehehe.Sebagai perempuan yang aktivitasnya banyak dihabiskan di rumah, bukan berarti saya mengesampingkan penampilan. Walaupun di rumah, saya harus tetap memesona. Aroma tubuh…

Menjadi Perempuan Indonesia: Menjadi Subjek yang Berani Bersuara

Gambar
Dalam pikiran seorang tokoh psikoanalisis Sigmun Freud, perempuan memiliki kecemburuan terhadap penis (laki-laki). Kepemilikan penis pada laki-laki terlihat sebagai pelekatan sebuah citra akan kekuasaan. Rasa iri tersebut dikarenakan laki-laki mempunyai akses untuk berbicara di muka publik, mampu berpartisipasi dalam politik, bahkan untuk diakui dalam dunia seni. Kecemburuan itu lebih diarahkan kepada hak-hak yang mampu dimiliki laki-laki, keleluasaan bagi mereka untuk memainkan “power”, yang tidak dipunya oleh perempuan.
Karena itulah, feminis postmodern, Luce Irigaray menekankan bahwa perempuan harus menjadi subjek dan menciptakan bahasanya sendiri sebagai bentuk mengungkapkan diri. Di sinilah aktualisasi diri menjadi mungkin, menyampaikan pemikirannya, pendapatnya, juga perasaannya.
Mendefinisikan Ulang KesetaraanKetika feminis gelombang awal sibuk tentang memperjuangkan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan, Irigaray mencetuskan sebuah konsep perbedaan. Karena laki-laki dan per…

Menciptakan Pojok Kreatif di Kamar bersama ACE Hardware

Gambar
Rumah yang nyaman adalah yang memeluk jiwa-jiwa penghuninya dan menaungi mimpi orang-orang yang tinggal di dalamnya.
Kesibukan saya sehari-harinya adalah menjadi ibu dan blogger. Menulis menjadi ajang aktulisasi diri dan “Me Time” bagi saya. Saat ini saya juga sedang berencana menulis buku baru. Jadi, bisa dibilang saya bekerja dari rumah. Sedangkan suami saya pekerjaan tetapnya adalah sebagai karyawan swasta di sebuah perusahaan pengembang properti. Namun, ia juga bekerja sambilan sebagai desainer grafis. Sehingga, rumah bagi saya dan suami, selain sebagai tempat tinggal, juga sebagai tempat bekerja dan berkarya. Saya sedikit membedakan antara bekerja dengan berkarya, karena dalam berkarya selalu ada kreativitas yang dikedepankan.
Karena kami tidak punya ruang khusus di rumah untuk bekerja, kami membuatnya di dalam kamar tidur. Kami menamakannya pojok kreatif atau creative corner karena letaknya memang di bagian pojok ruangan. Area ini tidak terlalu luas dan seperti ruang bekerja pada…