Jumat, 15 Agustus 2014

album: Timber Timbre, Kaiser Chiefs, Elbow

Agustus 15, 2014


Timber Timbre
Hot Dreams
Genre: folk, blues
Label: Arts & Crafts, Full Time Hobby

Dua album pertama Timber Timbre yakni Cedar Shakes (2006) dan Medicinals (2007) jelas butuh polesan di berbagai bagian. Barulah di album bertajuk self-title yang keluar di tahun 2009, Timber Timbre mulai terlihat punya pijakan. Suara Taylor Kirk berkembang, dan lagu-lagu mereka pun meski sedih tidak terdengar cengeng. Lagu “Demon Host” yang ada di album tersebut menjadi salah satu soundtrack film The Last Exorcism Part II (2013) Tahun 2011, album Creep On Creepin' On menunjukkan diri mereka yang lebih ambisius dengan spooky music yang menjadi ciri khasnya. Di album terbarunya yang rilis akhir Maret 2014, Hot Dreams, terasa lebih substansial dari yang sebelumnya.
Kerinduan dan kegelisahan dibangkitkan melalui nuansa folk gothic dari karya Taylor Kirk, Simon Trottier dan Mika Posen. “Hot Dreams” judul lagu yang dijadikan judul dari album ini menjadi lagu yang sangat santai dan bisa dibilang yang terbaik di album ini. Jika lagu pembuka “Beat The Drum Slowly” seperti mengantarkan pada kesuraman pemakaman, dengan suara Kirk yang terdengar sangat ‘menghantui, “Hot Dreams” bisa menenangkan Anda dan membawa diri Anda terlelap. Cocok didengarkan jika Anda punya kesulitan tidur di malam hari. Di lagu “Run From Me” terdengar nada yang begitu datar, dan lirik yang dinyanyikan tanpa beban, ‘Run from me, darlin’/You better run for your life’. Walau begitu lagu ini salah satu yang cukup esensial di album ini.




Kaiser Chiefs
Education, Education, Education & War 
Genre: rock
Label: Fiction Records/Caroline International/Universal Music 

Terbentuk secara resmi pada tahun 2003, band Kaiser Chiefs yang beranggotakan  Ricky Wilson (vokal), Andrew "Whitey" White (gitar), Simon Rix (bass), Nick "Peanut" Baines (keyboard) dan Vijay Mistry (drum) terinspirasi dari new wave dan musik punk rock di era akhir 70-an dan awal 80-an. Berkat popularitas Ricky Wilson yang menjadi juri di acara The Voice Inggris, ternyata berdampak pula pada penjualan album kelima Kaiser Chiefs. Albumnya mendapat posisi pertama berdasarkan penjualan album di  Official UK Albums Chart. Di atas album dari Sam Bailey-The Power of Love, Johnny Cash - Out Among the Stars dan John Legend - Love in the Future. Ini kali keduanya Kaiser Chiefs mendapat peringkat nomor satu setelah tahun 2007 melalui album keduanya Yours Truly, Angry Mob. “Misery Company” dan “Cannons” menampilkan suara Wilson yang sangat enerjik. Sedangkan “Coming Home” menyampaikan pesan yang mendalam tentang seseorang yang didampingi untuk menemukan jalannya pulang.



Elbow
The Take Off and Landing of Everything
Genre: alternative rocks
Label: Fiction Records, Concord Records

Tujuh tahun lalu,  Guy Garvey (vokal, gitar), Richard Jupp (drum), Craig Potter (keyboard, piano), Mark Potter (gitar, backing vocals) dan Pete Turner (bass, gitar, backing vocals) mer  ilis album Build a Rocket Boys! yang melambungkan nama mereka. Kini The Take Off and Landing of Everything menjadi sebuah karya yang menunjukan bahwa mereka sadar betul mereka bukan dicintai karena hit-hit besar yang telah mereka ciptakan tapi dari seperti apa mereka sebenarnya. Lirik-lirik yang hangat menjadi totalitas dalam karyanya, bagaimana mereka mengeksplorasi keindahan dari hal-hal yang tidak biasa dari rutinitas kehidupan manusia termasuk kehidupan pribadi personilnya. Seperti lagu “This Blue World” yang menjadi pembuka di album ini yang terinspirasi dari mantan kekasih Garvey, jurnalis dan novelis, Emma Jane Unsworth. “Lagu ini tentang dia, beberapa lirik saya tambahkan di akhirnya membayangkan dirinya membentuk sebuah keluarga dimana saya tidak ada di dalamnya.” ujar Garvey seperti dikutip dari Intelligent Life.
Selain itu di lirik “New York Morning”, juga disisipkan catatan diary Garvey mengenai perjalanan yang dilakukannya bersama Unsworth. Di “Honey Sun” bahkan ada lirik ‘She and I won't find another me and her’, menunjukkan betapa mengesankan jalinan kasih yang pernah mereka bina di masa lalu.




Senin, 04 Agustus 2014

Berkarir: Genggam 'Passion' dan Jalani 'Life Interest'

Agustus 04, 2014


Judul Buku       : Career First
Penulis             : Maya Arvini
Penerbit           : Gagas Media
Cetakan           : Pertama, 2014
Tebal                : 202 halaman

“Career First”, ketika melihat judulnya yang ada di benak Anda pastilah mengira buku ini hanya diperuntukkan bagi mereka yang baru mengawali dunia kerja. Memang tidak sepenuhnya salah, tapi ketika Anda membaca tuntas buku ini, Anda akan tahu bahwa siapapun bisa membaca buku ini, baik yang baru menentukan langkah di dunia kerja atau yang sudah menjajaki karir. Tidak ada kata terlambat untuk mempelajari apapun.
Bicara soal karir, bicara juga soal pengembangan diri, di sini Maya Arvini, menuliskan mengenai talent, passion dan life interest. Pentingnya mengenali bakat (talent), mengasahnya, kemudian menghidupkannya dengan semangat besar (passion) dan mengarahkannya pada ketekunan di satu bidang tertentu (life interest).
“Jika kita memilih bidang pekerjaan yang sesuai dengan passion dan life interest, maka setengah kesuksesan sudah ada dalam genggaman. Apa yang menjadi setengah lainnya? Tentunya kerja keras.” (hal: 37).
Menariknya Maya juga menyelipkan kisahnya menemukan hidden talent. Kemampuan tersembunyi ini menurut Maya akan ditemukan ketika Anda diceburkan ke dalam sistuasi yang sangat asing, memaksa Anda untuk melakukan apapun untuk bisa bertahan dengan mengerahkan seluruh akal dan kreativitas, sampai Anda menyadari telah melakukan sesuatu yang mungkin tak pernah terpikirkan sebelumnya.
Bahasa yang digunakan Maya begitu enak dibaca dan tidak terkesan menggurui, lebih kepada bentuk tulisan sharing. Ia ceritakan pengalaman-pengalamannya di sini, dari mulai di bangku perkuliahan sampai pada akhirnya sukses berkarir di perusahaan TI terbesar dunia yakni IBM Indonesia dan Microsoft Indonesia. Dunia seputar karir dan pekerjaan memang yang paling banyak dibahas di buku ini, soal profesionalisme, mengasah skill, berkompetisi, company values dan business ethics, office politics, dan membangun aliansi juga pentingnya memiliki mentor.
Selain itu, Maya juga menghadirkan pemaparan tentang keseimbangan hidup dalam berkarir dan kehidupan personal, meski keseimbangan, menurut dia, tidak selalu harus berarti fifty-fifty atau 50% - 50%. Karena perbandingannya akan berbeda di tiap orang, tergantung toleransi yang mereka miliki dalam menghadapi kondisi.
“Hubungan antara dunia pribadi dan profesional begitu lekat sehingga saat salah satunya bermasalah, yang lain juga ikut terkena dampaknya.” (hal: 175).
Membaca “Carerr First” tidak seperti membaca buku motivasi yang penuh hal-hal bombastis dan mencengangkan atau nasihat yang melelahkan, membaca “Career First” seperti mendengar ajakan seorang teman untuk perlahan mengoreksi diri.

*dimuat di Jurnal Nasional, Selasa 15 Juli 2014
http://www.jurnas.com/news/143139/Berkarir-Genggam--Passion--danJalani--Life-Interest----2014/1/Hiburan/Rupa-Rupa