Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2014

Pameran Tunggal Bismar Siagian; Menyigi Beragam Masalah Realitas melalui Lukisan Surealisme

Gambar
"A Day in My Dream"


Bismar Siagian



Ada baju melayang berjalan menaiki tangga, ada jendela dan sofa di langit-langit, ada pintu yang terbalik di dinding, ada rongga di dinding menuju ke tempat lain dengan tangga lagi, pembubuhan nuansa temaram dalam ruang, melengkapi keutuhan lukisan “A Day in My Dream” karya Bismar Siagian. Lukisan ini cukup mencuri perhatian dalam pameran tunggalnya yang berlangsung di Galeri Cipta III, Taman Ismail Marzuki, 5-13 Maret 2014. Gaya Bismar terlihat sekali mengikuti ciri surealisme ala Salvador Dali. Bismar sendiri adalah lelaki berusia 24 tahun yang kelahirannya hanya berjarak setahun dari kematian Dali. Jika surealisme mendewakan mimpi dan alam bawah sadar. Bismar mencoba ‘membawa kenyataan realitas’ dalam surealismenya dengan menyisipkan pesan-pesan tentang keadaan yang sedang terjadi di Indonesia. Ia mengkritik persoalan lingkungan dengan cara yang begitu halus. Seperti contohnya ketika ia menggambarkan “End of Forest”, ia memperlihatkan be…

Teater Koma; 'Demonstran'

Gambar
Mencari 'Rakyat Sejati'
Demonstrasi, katanya untuk membela kepentingan rakyat. Tapi siapa rakyat? Bukankah si kaya dan si miskin pun juga disebut rakyat?Dipementasan terakhir Teater Koma yang berjudul “Ibu” pada  November lalu, kondisi keadaan Indonesia hanya disinggung sedikit, sisanyacerita sedikit berjarak, karena memang naskah tersebut diadapatasi dari “Mother Courage and Her Children” dari Bertolt Brecht. Kini, di pentas “Demonstran” yang berlangsung 1-15 Maret 2014 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Nano Riantiarno, sutradaranya, membuat kisah yang lebihdekat dengan kondisi Indonesia sekarang ini. Sajian pertunjukan ini cukup menghibur, terutama ketika tokoh-tokoh 'waria' tampil di panggung, semua penonton tertawa. Bisa jadi itu satu-satunya hiburan, dari pertengahan hingga akhir, pertunjukan mulai tampak kedodorandan terasa berjalan begitu lambat. Beberapa penonton yang sudah duduk lebih dari tiga jam tampak mulai bosan dan mengantuk.

Terlalu banyak rep…