Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2013

Berpindahlah, Jika Kenyamanan Sudah Mematikan Tumbuh Kembang

Gambar
Ini tahun baru. Di hari pertama di tahun 2014. Saya membuat keputusan besar yang cukup melelahkan (lagi). Pindah kosan. Biasa saja sebenarnya. Tapi jadi tidak biasa, karena kosan saya di daerah Permata hijau ini baru saya huni selama 2 bulan sejak November kemarin. Sedangkan di tahun 2013, saya juga sudah dua kali pindah kosan. Tidak betah? Awalnya. Tapi justru bisa saya katakan saya sangat betah di kamar nomor C 7 ini. Berada di lantai tiga, dan bisa melihat langit kapanpun dimau, juga gedung-gedung yang romantik dengan lampu-lampunya di malam hari. Berat meninggalkannya.
ini kamar di kosan permata hijau, asyik kan, kamar mandi dalem pula :)

Saya sangat betah. Saya sangat nyaman ada di sini. Sekaligus juga timbul kegelisahan. Mungkin saya orang yang aneh. Ketidaknyamanan adalah suatu hal yang selalu saya maklumi, tapi jika sudah nyaman, saya jadi curiga. Lambat laun saya malas kemana-mana, bahkan untuk pulang ke rumah. Kamar ini sampai mengalahkan kenyamanan rumah tempat saya tinggal d…

Pulang, Tak Selalu Berarti Kembali Ke Titik Awal

Setiap kita pergi kemanapun, menghadiri acara ulang tahun teman, bekerja, berkencan, liburan dan aktivitas apapun yang kita namakan ‘pergi’, pasti selalu diiringi dengan kata ‘pulang’. Kemana pulangnya? Sama siapa pulangnya? Naik apa, dan lain sebagainya.
Padahal kita KADANG nggak tahu betul kita mau pulang kemana, kita kadang nggak bener-bener pengen pulang, kita cuma pengen pergi, kita cuma tahu itu.
Apa pulang selalu identik dengan rumah? Rumah seperti apa? Rumah fisik dengan isi keluarga kita? Apa jadinya kalau rasa betah itu lebih lo rasain di luar rumah? Apa jadinya kalau ketika lo pergi, ketika lo berada di tempat-tempat baru, lo justru selalu ngerasain ‘pulang’. Selalu ada rindu yang buat lo ingin kembali mengunjungi tempat-tempat itu, tempat dimana justru nggak ada rumah asal lo, nggak ada keluarga lo, nggak ada orang yang lo kenal, tapi lalu semua yang asing itu menjadi terlalu akrab, karena lo mengakrabi keterasingan dan lo menikmati itu. Kemudian mereka yang asing itu menja…