Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2013

Berkawan dengan kalah, ah, sialan

"Mungkin tak usah ikut kompetisi atau lomba kalau nggak ingin ngerasa kecewa karena gagal atau kalah. Tapi bukankah hidup itu sendiri adalah pertarungan, dan diri sendiri, adalah lawan terbesar setiap hari, setiap detik."
Gue suka dengan kompetisi. Tapi gue benci kalah. Yaelah, siapa sih yang suka kalah? Gue rasa manusiawi banget kalau manusia ketika kalah pastilah ada rasa kepukul, barang sedikit. Mau sok ketawa-ketawa, ya lebih tepatnya sih ngetawain kebodohan sendiri. Bukan karena bahagia. Mengakui kehebatan orang lain itu gampang. Menyadari mereka punya kemampuan yang luar biasa, itu mudah diterima. Tapi menerima bahwa diri kalah, bahwa nyatanya karya kita tak sebanding dengan mereka yang kita anggap hebat, itu yang sulit. Memang lebih baik mencoba dan gagal daripada tidak mencoba sama sekali. Iya, ngomong gitu emang gampang. Tapi ngerasain yang namanya udah usaha, nyoba, dan gagal, pasti ada lah yang namanya kecewa. Bohong banget kalau nggak kecewa. Yang namanya ikut ko…